Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

2026 Jadi Tahun Pertama Investasi? Begini Saran Cerdas dari Pakar

Ilustrasi investasi (freepik.com)
Ilustrasi investasi (freepik.com)
Intinya sih...
  • Menetapkan tujuan investasi membantu menentukan strategi yang tepat.
  • Penting memastikan fondasi keuangan sudah cukup kokoh.
  • Pilih instrumen ramah pemula yang terdiversifikasi.
  • Memulai dengan instrumen sederhana, terjangkau, dan terdiversifikasi adalah langkah cerdas.
  • Diversifikasi instan yang ditawarkan instrumen berbasis indeks juga memudahkan pemula membangun portofolio seimbang.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah kekhawatiran inflasi dan tekanan ekonomi yang masih dirasakan banyak orang, kondisi keuangan pribadi menjadi perhatian utama. Tidak sedikit pekerja yang merasa penghasilannya makin tergerus oleh kenaikan harga kebutuhan hidup.

Meski situasi terasa menantang, justru periode penuh ketidakpastian sering kali menjadi momen penting untuk mulai membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat. Menginvestasikan dana secara bertahap dapat membantu melindungi nilai uang dari inflasi sekaligus membuka peluang pertumbuhan aset dalam jangka panjang.

Alih-alih menunggu “waktu terbaik” yang sulit ditebak, langkah konsisten masuk ke pasar sejak dini sering kali lebih efektif daripada membiarkan dana mengendap di tabungan dengan imbal hasil minim. Dengan tujuan yang jelas, 2026 bisa menjadi titik awal untuk mengambil kendali atas masa depan finansial.

1. Tentukan tujuan investasi dan siapkan fondasi keuangan

Ilustrasi perencanaan finansial (freepik.com)
Ilustrasi perencanaan finansial (freepik.com)

Menetapkan tujuan investasi membantu menentukan strategi yang tepat—mulai dari horizon waktu, tingkat risiko yang sanggup ditanggung, hingga komposisi aset yang sesuai. Apakah targetmu pensiun jangka panjang, membeli rumah dalam beberapa tahun, atau membangun dana pendidikan?

Kejelasan tujuan akan memandu keputusan investasi agar tetap selaras dengan kebutuhan. Di saat yang sama, penting memastikan fondasi keuangan sudah cukup kokoh. Mengelola utang berbunga tinggi dan menyiapkan dana darurat menjadi prioritas sebelum agresif berinvestasi.

Menyimpan cadangan biaya hidup beberapa bulan ke depan di rekening berbunga tinggi memberi perlindungan saat terjadi situasi tak terduga, sehingga investasi tidak perlu dicairkan di waktu yang kurang tepat. Prinsipnya sederhana: lindungi diri dari risiko finansial jangka pendek agar investasi jangka panjang bisa berjalan lebih tenang.

2. Pilih instrumen ramah pemula yang terdiversifikasi

Ilustrasi pasar saham (freepik.com)
Ilustrasi pasar saham (freepik.com)

Bagi pemula, memulai dengan instrumen yang sederhana, terjangkau, dan terdiversifikasi adalah langkah cerdas. Produk seperti reksa dana indeks atau exchange-traded funds (ETF) memungkinkan investor memiliki eksposur ke banyak saham sekaligus dengan biaya rendah. Pendekatan ini membantu menekan volatilitas dibandingkan memilih saham satu per satu, sekaligus mengurangi beban biaya pengelolaan.

Diversifikasi instan yang ditawarkan instrumen berbasis indeks juga memudahkan pemula membangun portofolio seimbang tanpa harus memantau terlalu banyak aset. Dalam jangka panjang, strategi biaya rendah dan disiplin berinvestasi secara rutin terbukti mampu mengungguli banyak pendekatan spekulatif. Kuncinya bukan mencari keuntungan cepat, melainkan membiarkan efek compounding bekerja seiring waktu.

3. Waktu terbaik untuk investasi: Siap mental, siap strategi

Ilustrasi investasi (freepik.com)
Ilustrasi investasi (freepik.com)

Banyak orang menunda investasi karena takut salah timing. Padahal, konsistensi jauh lebih penting daripada mencoba menebak puncak atau dasar pasar. Sebelum memulai, pastikan dua hal utama: beban utang berbunga tinggi terkendali dan dana darurat sudah tersedia. Dengan fondasi ini, kamu bisa berinvestasi tanpa tekanan berlebihan saat pasar berfluktuasi.

Memilih wadah investasi juga perlu disesuaikan dengan tujuan. Akun pensiun menawarkan efisiensi pajak untuk tujuan jangka panjang, sementara akun investasi reguler memberi fleksibilitas likuiditas. Apa pun pilihannya, mengotomatisasi setoran bulanan dapat membantu membangun disiplin. Abaikan gejolak jangka pendek dan fokus pada rencana jangka panjang—karena pertumbuhan aset yang berkelanjutan lahir dari konsistensi, bukan dari keputusan impulsif.

Tidak ada formula sempurna untuk memulai perjalanan investasi. Namun, menunda hanya karena merasa “belum siap sepenuhnya” sering kali menjadi penghambat terbesar. Dengan tujuan yang jelas, fondasi keuangan yang sehat, dan pilihan instrumen yang terdiversifikasi serta berbiaya rendah, siapa pun bisa mulai melangkah.

Otomatiskan investasi, tetap tenang menghadapi fluktuasi pasar, dan percayakan pertumbuhan pada kekuatan compounding. Konsistensi hari ini adalah kunci terbentuknya keamanan finansial di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

PIPA Ungkap Visi Baru, Fokus Bisnis Migas dan Rebranding

09 Feb 2026, 22:32 WIBBusiness