Kampung Haji RI: Negara Pertama Beli Properti di Mekkah dan Madinah

- Indonesia menjadi negara pertama yang diizinkan membeli properti di Mekkah dan Madinah.
- Kampung Haji Indonesia akan dibangun di lahan 60 hektare dengan terowongan ke Masjidil Haram.
- Pembangunan dijadwalkan mulai akhir 2026 dan Indonesia telah memiliki hotel di Makkah.
Jakarta, IDN Times — Pemerintah Indonesia akan menjadi negara pertama yang diizinkan membeli properti di dua kota suci Islam, Mekkah dan Madinah. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia untuk menampung dan melayani jemaah haji asal Tanah Air.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan, kesempatan tersebut diberikan langsung oleh Pemerintah Arab Saudi dan telah disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat bertemu para tokoh agama Islam di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Hingga saat ini, belum ada negara lain yang memperoleh izin serupa untuk memiliki properti di kawasan tersebut.
Table of Content
1. Indonesia jadi negara pertama beli properti di Mekkah dan Madinah

Nasaruddin menyatakan, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang mendapatkan kesempatan membeli properti di Mekkah dan Madinah. Kesempatan ini diperoleh setelah Pemerintah Arab Saudi mengubah kebijakan terkait kepemilikan aset asing di dua kota suci tersebut.
“Kita negara yang pertama diberikan kesempatan untuk membeli properti yang ada di Kota Mekah dan Madinah. Tidak ada satu negara pun yang mendapatkan hal seperti ini selain di Indonesia,” ujar Nasaruddin.
Menurut dia, kebijakan ini mencakup kepemilikan tanah, hotel, serta properti pendukung lainnya yang akan digunakan untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia. Kesempatan tersebut dinilai strategis mengingat besarnya jumlah jemaah haji Indonesia setiap tahun.
2. Kampung Haji dibangun di lahan 60 hektare dekat Masjidil Haram

Kampung Haji Indonesia di Mekkah direncanakan dibangun di atas lahan seluas sekitar 60 hektare. Lokasinya berada pada jarak sekitar 1 hingga 3 kilometer (km) dari Masjidil Haram, sehingga memudahkan mobilitas jemaah haji.
“Itu mungkin hampir sekitar 60 hektare nanti, antara 1 sampai 3 kilometer dari Ka'bah,” ucap Nasaruddin.
Selain kawasan hunian, Kampung Haji juga dirancang memiliki terowongan yang terhubung langsung ke Masjidil Haram. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pergerakan jemaah selama pelaksanaan ibadah haji.
“Ini nanti akan ada terowongan yang menghubungkan Masjidil Haram dengan perkampungan Indonesia itu,” ujar Nasaruddin.
3. Hubungan diplomatik Prabowo-Saudi jadi faktor kunci

Nasaruddin menjelaskan, kesempatan Indonesia membangun Kampung Haji tidak terlepas dari hubungan diplomatik Presiden Prabowo Subianto dengan pimpinan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
“Alhamdulillah karena Bapak Presiden mempunyai hubungan yang dekat dengan Raja, sehingga diberikan kesempatan. Dan kita sudah mendapatkan lahan yang cukup luas,” kata dia.
Hubungan bilateral tersebut dinilai memperkuat kepercayaan Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia, sehingga membuka peluang kepemilikan properti asing di Mekkah dan Madinah yang sebelumnya sangat terbatas.
4. Pembangunan dimulai akhir 2026, RI sudah punya hotel di Mekkah

Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani menyatakan pembangunan Kampung Haji Indonesia akan dimulai pada kuartal IV-2026. Sejumlah lahan di Arab Saudi disebut telah dibeli oleh Danantara.
“Pembangunan nanti rencana di kuartal IV-2026,” ujar Rosan di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1).
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan Indonesia telah memiliki hotel sendiri di Makkah. Aset tersebut diperoleh setelah Indonesia memenangkan proses bidding yang difasilitasi melalui diplomasi pemerintah.
“Sudah sempat disampaikan juga keberhasilan Pemerintah Republik Indonesia untuk pertama kalinya kita bisa memiliki Kampung Haji di Arab. Jadi Bapak Rosan melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding, dan kita sekarang memiliki hotel sendiri di Makkah yang ini atas diplomasi luar biasa dari Bapak Presiden,” kata Prasetyo.
Prasetyo menambahkan, kepemilikan hotel tersebut menandai pertama kalinya pemerintah Arab Saudi mengizinkan suatu negara memiliki aset properti di wilayahnya.
FAQ seputar Kampung Haji Indonesia
| Mengapa Indonesia bisa membeli properti di Mekkah dan Madinah? | Karena Pemerintah Arab Saudi memberikan izin khusus kepada Indonesia setelah mengubah kebijakan kepemilikan properti asing. |
| Seberapa luas Kampung Haji Indonesia di Mekkah? | Kampung Haji direncanakan dibangun di atas lahan sekitar 60 hektare. |
| Kapan pembangunan Kampung Haji dimulai? | Pembangunan direncanakan mulai pada kuartal IV-2026. |















