Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, pelemahan rupiah sore ini didorong oleh meningkatnya tensi antara Iran dengan Amerika Serikat (AS). Iran juga menutup kembali Selat Hormuz yang menjadi pusat lalu-lintas perdagangan dunia.
“Pasukan AS dan Iran telah saling melancarkan serangan rudal dan drone berat, dengan Teheran menargetkan fasilitas AS di negara-negara di seluruh Teluk pada hari Minggu dan mengatakan bahwa mereka telah kembali menutup Selat Hormuz yang vital,” kata Ibrahim dalam keterangan resmi.
Di sisi lain, Ibrahim menilai ada sentimen negatif dari pelaku pasar domestik atas kasus dugaan korupsi yang menyeret eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Dia mengatakan, sistem hukum yang terganggu integritasnya bisa menghambat pertumbuhan ekonomi.
“Ini bukan hanya teoritis, tetapi faktual terjadi di berbagai negara dengan sistem hukum yang lemah. Oleh karena itu, sasaran pertumbuhan menuju 8 persen sangat sulit dicapai jika lingkungan bisnisnya rusak seperti kasus hukum yang terjadi sekarang ini,” ucap Ibrahim.