Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kasus Eks Jampidsus hingga Geopolitik Bikin Rupiah Babak Belur
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah ditutup melemah ke Rp18.109 per dolar AS, turun 44 poin atau 0,24 persen, dengan koreksi tahunan mencapai 11,45 persen dan year to date sebesar 8,25 persen.

  • Pelemahan rupiah dipicu meningkatnya ketegangan Iran-AS yang menutup Selat Hormuz serta sentimen negatif dari kasus hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah yang mengganggu kepercayaan pasar.

  • Analis memprediksi rupiah masih berpotensi melemah pada perdagangan berikutnya, dengan kisaran nilai di antara Rp18.100 hingga Rp18.150 per dolar AS.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah pada penutupan perdagangan sore ini, Senin (13/7/2026). Mata uang Garuda tembus Rp18.109 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg, kurs rupiah ditutup melemah 44 poin atau 0,24 persen sore ini. Pagi tadi, rupiah melemah 0,11 persen ke level Rp18.075 per dolar AS.

Kurs rupiah mengalami koreksi hingga 11,45 persen secara year on year (yoy) terhadap dolar AS. Adapun sejak awal 2026 sampai hari ini atau secara year to date (YTD), kurs rupiah terkoreksi hingga 8,25 persen.

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menyentuh Rp18.131 per dolar AS.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kurs rupiah pada penutupan perdagangan pekan lalu, Jumat (10/6/2026). Data JISDOR BI menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan sore ini dibandingkan akhir pekan lalu.

2. Konflik Timur Tengah memanas dan sentimen kasus Febrie Adriansyah

Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, pelemahan rupiah sore ini didorong oleh meningkatnya tensi antara Iran dengan Amerika Serikat (AS). Iran juga menutup kembali Selat Hormuz yang menjadi pusat lalu-lintas perdagangan dunia.

“Pasukan AS dan Iran telah saling melancarkan serangan rudal dan drone berat, dengan Teheran menargetkan fasilitas AS di negara-negara di seluruh Teluk pada hari Minggu dan mengatakan bahwa mereka telah kembali menutup Selat Hormuz yang vital,” kata Ibrahim dalam keterangan resmi.

Di sisi lain, Ibrahim menilai ada sentimen negatif dari pelaku pasar domestik atas kasus dugaan korupsi yang menyeret eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Dia mengatakan, sistem hukum yang terganggu integritasnya bisa menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Ini bukan hanya teoritis, tetapi faktual terjadi di berbagai negara dengan sistem hukum yang lemah. Oleh karena itu, sasaran pertumbuhan menuju 8 persen sangat sulit dicapai jika lingkungan bisnisnya rusak seperti kasus hukum yang terjadi sekarang ini,” ucap Ibrahim.

3. Rupiah diprediksi melemah lagi besok

Atas faktor-faktor tersebut, Ibrahim melihat kurs rupiah masih berpeluang melemah terhadap dolar AS pada perdagangan besok, Selasa (14/7).

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang  Rp18.100- Rp18.150,” kata Ibrahim.

Curated For You

Editorial Team

Related Article