Denera Danantara Tetapkan 8 Mitra PSEL Tahap 2, Ada China-Grup Bakrie

- PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menetapkan delapan mitra untuk proyek PSEL tahap dua di delapan wilayah besar Indonesia.
- Kemitraan melibatkan enam perusahaan asal China dan dua dari Prancis, sebagian besar membentuk konsorsium dengan perusahaan lokal Indonesia.
- Total investasi proyek diperkirakan mencapai Rp24–25 triliun, dengan tiap fasilitas PSEL membutuhkan sekitar Rp3 triliun.
Jakarta, IDN Times - PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), Danantara, menetapkan delapan mitra untuk fasilitas waste to energy tahap 2 atau Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk delapan kabupaten/kota. Ada enam perusahaan dari China dan dua perusahaan asal Prancis yang membentuk konsorsium dengan perusahaan lokal Indonesia.
"Awalnya ada 85 perusahaan yang berminat, tapi hanya 68 perusahaan yang menyampaikan aplikasi. Setelah melalui proses panjang, kami pilih delapan konsorsium," kata CEO Denera Fadli Rahman di kantor Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Delapan wilayah PSEL tahap dua adalah Medan Raya, Kabupaten Bekasi, Lampung Raya, Serang Raya, Semarang Raya, Surabaya Raya , Bogor Raya 2, dan Yogyakarta Raya. Mitra PSEL di Medan Raya yang ditetapkan adalah SUEZ - IAN Consortium (SUEZ Insan Asia), gabungan perusahaan Prancis dan Indonesia.
Untuk mitra PSEL Kabupaten Bekasi ditetapkan Consortium Everbright Cemerlang Harmoni (China - Indonesia). Mitra PSEL Lampung Raya ditetapkan Bumi Biru Indonesia (Indoplas), gabungan China - Indonesia. Sedangkan untuk mitra PSEL Serang Raya ditetapkan Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE), konsorsium Indonesia - China.
Untuk PSEL Semarang Raya ditetapkan perusahaan asal Prancis, yakni Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd. Ini satu-satunya perusahaan yang tidak menggandeng perusahaan lokal. Sementara PSEL Surabaya Raya ditetapkan Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS) gabungan perusahaan China dan Indonesia.
Untuk Bogor Raya 2 ditetapkan MPM Cevia Consortium (Mega Power Cevia) gabungan perusahaan China dan Indonesia. Adapun PSEL Yogyakarta Raya ditetapkan Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE - Tianjin CITICC dari Indonesia dan China).
Menurut Fadli, setelah penerbitan conditional letter of award, masing-masing mitra utama ini wajib memenuhi persyaratan menuju final letter of award termasuk studi kelayakan yang diterima dan struktur proyek final.
Nilai investasi untuk seluruh PSEL ini diperkirakan Rp24 triliun hingga Rp25 triliun, dengan perkiraan masing-masing PSEL membutuhkan sekitar Rp3 triliun.





















