Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) memperkirakan tekanan terhadap rupiah berpeluang mereda pada kuartal IV-2026. Salah satu alasannya, kebutuhan valuta asing (valas) dari importir diperkirakan mulai menurun setelah meningkat cukup tinggi pada kuartal III-2026.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, aktivitas impor yang tinggi membuat kebutuhan valas meningkat. Kondisi tersebut turut menekan nilai tukar rupiah.
"Bacaan kita di akhir tahun biasanya lebih rendah daripada kuartal III, sehingga dengan upaya-upaya yang kita lakukan, kita berharap setelah lewat kuartal III-2026 ini, kita bisa better off sampai dengan akhir tahun," ujar Erwin dalam taklimat media di Gedung Thamrin, Kantor BI, Rabu (30/9/2026).
