Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Orang Lebih Pilih Belanja Online Pas Malam Hari di Ramadan?
ilustrasi melakukan belanja online (pexels.com/Negative Space)
  • Selama Ramadan, aktivitas belanja online meningkat drastis di malam hari karena ritme harian berubah dan energi kembali setelah berbuka serta tarawih.
  • Malam hari memberi waktu luang lebih panjang bagi masyarakat untuk bersantai di rumah, membuka marketplace, dan mencari kebutuhan Lebaran.
  • Platform e-commerce memanfaatkan momen ini dengan promo khusus seperti flash sale dan diskon sahur yang memperkuat kebiasaan belanja malam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bulan Ramadan selalu membawa perubahan pola aktivitas masyarakat, termasuk dalam hal belanja. Kalau biasanya orang scroll marketplace siang atau sore, saat Ramadan justru malam hari jadi waktu paling ramai. Fenomena ini bukan kebetulan, tapi dipengaruhi kebiasaan baru selama bulan puasa.

Perubahan ritme harian membuat malam terasa lebih “hidup” dibanding bulan biasa. Setelah berbuka dan tarawih, banyak orang merasa lebih santai dan punya waktu luang. Inilah momen di mana aktivitas belanja online meningkat signifikan.

1. Energi kembali setelah berbuka

ilustrasi berkumpul bersama keluarga (pexels.com/Alexy Almond)

Saat puasa, energi cenderung turun di siang hari sehingga orang lebih fokus menahan lapar dan menyelesaikan pekerjaan penting. Aktivitas yang butuh fokus ekstra seperti memilih produk atau membandingkan harga sering ditunda. Malam hari setelah berbuka, kondisi fisik dan pikiran sudah lebih segar.

Dengan perut kenyang dan suasana lebih rileks, orang jadi lebih nyaman scrolling marketplace. Mereka punya tenaga untuk membaca revieu dan mencari promo terbaik. Inilah alasan kenapa transaksi sering melonjak setelah jam 8 malam.

2. Waktu luang lebih panjang

ilustrasi online shopping (pexels.com/MART PRODUCTION)

Di bulan Ramadhan, banyak orang mengurangi aktivitas nongkrong atau hiburan di luar rumah. Setelah tarawih, biasanya waktu dihabiskan di rumah bersama keluarga. Situasi ini menciptakan ruang untuk membuka aplikasi belanja.

Selain itu, sebagian pekerja juga punya jam kerja yang lebih singkat. Malam hari jadi waktu produktif kedua setelah siang. Tak heran kalau traffic e-commerce meningkat drastis menjelang tengah malam.

3. Banyak promo “midnight sale” dan flash sale

ilustrasi promo akhir tahun (pexels.com/Max Fischer)

Platform e-commerce paham betul perubahan perilaku ini. Mereka sengaja mengatur promo spesial di malam hari, seperti flash sale atau diskon terbatas menjelang sahur. Strategi ini memancing urgency dan rasa takut kehabisan.

Promo bertema “Ramadhan Night Sale” atau “Sahur Sale” juga memperkuat kebiasaan belanja malam. Konsumen merasa mendapatkan deal eksklusif yang hanya muncul di jam tertentu. Akhirnya, malam hari identik dengan waktu berburu diskon.

4. Lebih fokus tanpa gangguan pekerjaan

ilustrasi cek reputasi toko online (pexels.com/AS Photography)

Siang hari identik dengan meeting, tugas kantor, atau aktivitas rumah tangga. Belanja online sering jadi aktivitas sampingan yang kurang maksimal. Malam hari, gangguan tersebut jauh berkurang.

Dengan suasana lebih tenang, orang bisa mempertimbangkan pembelian dengan lebih detail. Mereka bisa berdiskusi dengan pasangan atau keluarga sebelum checkout. Proses pengambilan keputusan jadi terasa lebih matang.

5. Momentum persiapan Lebaran

ilustrasi online shop (pexels.com/Marcial Comeron)

Ramadan identik dengan persiapan menuju Idul Fitri. Mulai dari beli baju baru, hampers, kue kering, hingga perlengkapan rumah, semuanya direncanakan selama bulan ini. Malam hari jadi momen refleksi sekaligus perencanaan kebutuhan.

Saat suasana lebih tenang, orang cenderung memikirkan apa saja yang masih kurang. Dari situ muncul daftar belanja yang langsung dieksekusi di marketplace. Tanpa terasa, keranjang belanja pun cepat penuh.

Belanja online di malam hari saat Ramadhan bukan sekadar kebiasaan, tapi hasil perubahan ritme hidup dan strategi promo yang tepat sasaran. Energi yang kembali setelah berbuka, waktu luang yang lebih panjang, serta banyaknya promo malam hari jadi kombinasi kuat. Tak heran kalau transaksi e-commerce melonjak drastis di jam-jam tersebut.

Bagi pelaku bisnis, memahami pola ini penting untuk menentukan waktu promo dan konten marketing. Sementara bagi konsumen, tetap bijak agar tidak kalap karena lapar mata. Belanja boleh, tapi tetap sesuai kebutuhan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team