Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Orang Membeli Produk setelah Melihat Video Pendek?
ilustrasi menonton video pendek TikTok (unsplash.com/Aaron Weiss)
  • Video pendek membuat produk terasa lebih nyata melalui demonstrasi penggunaan, ukuran, cara kerja, dan hasilnya, sehingga konsumen lebih mudah membayangkan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Format singkat memudahkan konsumen menemukan produk tanpa menyita waktu; laporan Bazaarvoice 2025 mencatat lebih dari 46 persen responden dipengaruhi video pendek dalam keputusan pembelian.
  • Pengalaman pengguna, ulasan, testimoni, serta likes dan komentar membangun social proof dan kepercayaan, membuat produk terasa relevan, berguna, dan meyakinkan untuk dicoba.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah tidak, awalnya hanya berniat scroll media sosial, tetapi beberapa menit kemudian malah membuka keranjang belanja? Lucunya, barang yang muncul di video itu kadang bukan sesuatu yang sedang dicari. Bahkan, awalnya kita tidak tahu produk tersebut ada. Namun, setelah melihat seseorang menggunakannya dalam video singkat, tiba-tiba muncul pikiran, “Kayaknya aku butuh ini.”

Fenomena seperti ini semakin umum di tengah kebiasaan orang mengonsumsi TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts, hingga video pendek di platform e-commerce. Video yang durasinya hanya beberapa detik ternyata bisa membawa seseorang membeli produk, mulai dari sekadar penasaran sampai akhirnya benar-benar checkout. Lantas, kenapa video pendek bisa punya pengaruh sebesar itu? Ini dia jawabannya!

1. Produk terlihat lebih nyata

ilustrasi seorang influencer sedang membuat konten (unsplash.com/Videodeck .co)

Foto produk memang bisa menunjukkan bentuk dan tampilannya, tetapi video memberikan pengalaman yang sedikit berbeda. Konsumen bisa melihat bagaimana sebuah produk digunakan, ukurannya ketika berada di tangan, cara kerjanya, atau hasil setelah dipakai. Misalnya, seseorang mungkin tidak tertarik membeli alat pembersih sebelum melihat video yang menunjukkan benda tersebut mengangkat kotoran dalam beberapa detik. Setelah melihat hasilnya, produk yang sebelumnya terasa biasa saja mendadak terlihat berguna.

Video membuat manfaat produk lebih mudah dibayangkan dalam kehidupan sehari-hari. Konsumen tidak hanya melihat barang, tetapi juga bisa membayangkan dirinya menggunakannya. Inilah yang membuat netizen merasa dirinya mungkin membutuhkan produk tersebut.

2. Video pendek tidak menyita banyak waktu

ilustrasi menonton video pendek (unsplash.com/Detail .co)

Salah satu kekuatan video pendek adalah kemampuannya menyampaikan informasi dalam waktu singkat. Konsumen tidak perlu membaca deskripsi panjang atau menonton video berdurasi belasan menit hanya untuk mengetahui fungsi sebuah produk. Laporan Bazaarvoice pada 2025 menunjukkan bahwa lebih dari 46 persen responden mengatakan konten video pendek memengaruhi keputusan pembelian mereka. Video pendek terutama berperan dalam tahap penemuan produk, sedangkan ulasan dan testimoni membantu memberikan keyakinan sebelum membeli.

Artinya, video pendek bisa menjadi pintu masuk yang efektif untuk memperkenalkan sebuah produk. Seseorang yang awalnya tidak berniat belanja bisa tiba-tiba berhenti scrolling karena melihat produk yang menarik. Dalam hitungan detik, rasa penasaran pun dapat muncul dan mendorong mereka untuk mencari tahu lebih lanjut.

3. Ada efek “kalau orang lain pakai, mungkin aku juga butuh”

ilustrasi fashion content creator (pexels.com/Miriam Alonso)

Video pendek juga sering menampilkan pengalaman pengguna, bukan sekadar iklan dari merek. Ada orang yang menunjukkan hasil pemakaian, melakukan unboxing, memberikan review, atau memperlihatkan kondisi sebelum dan sesudah menggunakan produk. Konten seperti ini terasa lebih dekat karena konsumen melihat produk melalui pengalaman orang lain. 

Social proof, termasuk jumlah interaksi seperti likes dan komentar, dapat memengaruhi pembelian impulsif di platform video pendek. Jadi, bukan hanya produknya yang menarik perhatian. Respons orang lain terhadap produk tersebut juga ikut membentuk persepsi calon pembeli.

4. Video bisa membangun rasa percaya

ilustrasi menonton video pendek TikTok (unsplash.com/Aaron Weiss)

Menarik perhatian saja sebenarnya belum cukup untuk membuat seseorang membeli. Setelah merasa tertarik, konsumen biasanya tetap mencari alasan untuk percaya bahwa produk tersebut memang layak dibeli. Di sinilah video demonstrasi, testimoni, dan konten buatan pengguna menjadi penting.  Karena itu, video yang terlalu terlihat seperti iklan belum tentu menjadi yang paling efektif. Kadang justru video sederhana, dengan penggunaan produk yang apa adanya dan penjelasan yang terasa jujur, lebih mudah membuat orang percaya.

Pada akhirnya, orang tidak selalu membeli karena melihat produk yang menarik. Mereka membeli karena video tersebut berhasil membuat produk terasa relevan, berguna, dan cukup meyakinkan untuk dicoba. Itulah alasan video pendek kini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga bagian penting dari cara konsumen menemukan dan mempertimbangkan sebuah produk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article