Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kerajinan Serat Alam TSDC Bali Makin Terkenal Karena LinkUMKM BRI
Kerajinan berbahan serat alam dari TSDC Bali (Tanda Sayang dan Cinta). (dok. BRI)
  • TSDC Bali, brand kerajinan serat alam asal Gianyar, sukses menarik pasar lokal dan mancanegara lewat produk handmade berbahan ate, rotan, dan pandan dengan sentuhan desain modern.

  • Melalui platform LinkUMKM BRI, TSDC mendapat pendampingan digital, pelatihan usaha, serta akses jejaring komunitas yang memperluas peluang pemasaran hingga tampil di berbagai pameran dan fashion week.

  • BRI menilai TSDC sebagai contoh UMKM yang berhasil menggabungkan kearifan lokal dengan inovasi desain dan dukungan akses pasar untuk berkembang berkelanjutan di industri kreatif.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    TSDC Bali, brand kerajinan asal Gianyar, semakin dikenal karena memanfaatkan platform LinkUMKM BRI untuk mengembangkan produk serat alam seperti tas, dompet, dan aksesori berbahan ate, rotan, serta pandan.
  • Who?
    Ni Wayan Sri Mustika Dewi selaku Founder dan Owner TSDC Bali bersama para pengrajin lokal serta pihak BRI melalui Direktur Micro Akhmad Purwakajaya yang mendukung lewat program pemberdayaan UMKM.
  • Where?
    Kegiatan usaha TSDC berlangsung di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali; sementara dukungan digital dilakukan melalui platform daring LinkUMKM milik BRI.
  • When?
    TSDC Bali dirintis sejak tahun 2020 dan hingga saat ini masih aktif memperluas pasar melalui berbagai pameran serta kegiatan promosi yang difasilitasi oleh ekosistem UMKM BRI.
  • Why?
    Pemanfaatan LinkUMKM dilakukan untuk memperkuat kapasitas usaha, memperluas jaringan pemasaran digital, serta meningkatkan daya saing produk kerajinan berbasis kearifan lokal di pasar nasional maupun internasional.
  • How?
    TSDC mengikuti pelatihan dan pendampingan dari LinkUMKM BRI, menggunakan layanan perbankan digital seperti QRIS dan BRImo untuk transaksi bisnis, serta memasarkan produ
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Di tengah meningkatnya minat pasar terhadap produk fesyen ramah lingkungan, kerajinan berbahan serat alam dari Bali terus menunjukkan daya tariknya. Salah satunya datang dari TSDC Bali (Tanda Sayang dan Cinta), brand kerajinan asal Desa Celuk, Sukawati, Kabupaten Gianyar, yang kini produknya diminati pasar lokal hingga mancanegara.

TSDC Bali menghadirkan kerajinan berbahan serat alam seperti ate, rotan, dan pandan yang diolah secara handmade oleh pengrajin lokal. Dengan sentuhan desain modern yang tetap mempertahankan teknik anyaman tradisional, bahan alami tersebut diolah menjadi produk fesyen seperti tas, dompet, dan aksesori. Beberapa produk yang paling diminati pelanggan antara lain beach bag, topi, dan dompet anyaman yang banyak digunakan untuk kegiatan liburan maupun aktivitas sehari-hari.

1. Tidak hanya indah visual

Kerajinan berbahan serat alam dari Bali TSDC Bali (Tanda Sayang dan Cinta). (dok. TSDC Bali)

Founder dan Owner TSDC Bali Ni Wayan Sri Mustika Dewi mengungkapkan bahwa usaha yang ia rintis berangkat dari keinginan menghadirkan produk kerajinan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki makna emosional bagi penggunanya.

“TSDC mulai dirintis pada tahun 2020 dari keinginan untuk menghadirkan ‘tanda sayang’ melalui produk yang personal dan bermakna. Nama ‘Tanda Sayang dan Cinta’ bukan sekadar label, tetapi mencerminkan filosofi bahwa setiap produk buatan tangan membawa energi kasih sayang dari pembuatnya kepada pemakainya. Proses membangun usaha ini dimulai dari eksplorasi kekayaan serat alam di Bali seperti ata, pandan, dan rotan. Dari usaha skala kecil, TSDC terus menjaga konsistensi kualitas dan desain yang relevan dengan pasar modern hingga akhirnya berkembang menjadi brand yang dikenal di berbagai pameran,” jelasnya.

2. TSDC manfaatkan platform LinkUMKM

LinkUMKM Jangkau 14,8 Juta Pengusaha, BRI Dorong Penguatan Usaha Berbasis Digital (dok. BRI)

Dalam perjalanan mengembangkan usaha, TSDC memanfaatkan ekosistem pemberdayaan UMKM BRI melalui platform LinkUMKM. Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, mulai dari peningkatan kapasitas hingga penguatan akses pasar. Platform ini menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung lebih dari 750 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hard skill pelaku UMKM.

“Awalnya saya mengenal LinkUMKM melalui ekosistem pemberdayaan UMKM yang dijalankan BRI, baik melalui Mantri BRI di unit terdekat maupun berbagai program pelatihan seperti Go Modern. Bergabung dengan LinkUMKM membantu kami melakukan self assessment terhadap kelas usaha sekaligus membuka akses ke jejaring komunitas UMKM yang lebih luas secara digital,” ungkap Sri.

Berbagai pelatihan tersebut turut meningkatkan kepercayaan diri TSDC untuk tampil di berbagai event, mulai dari pameran UMKM hingga ajang fashion week di Bali. Kegiatan tersebut membuka peluang jejaring dengan berbagai buyer potensial, termasuk dari sektor perhotelan, instansi, hingga wisatawan yang berkunjung ke Bali. Saat ini produk TSDC dipasarkan melalui gerai offline, reseller, marketplace, media sosial seperti Instagram dan TikTok, serta kerja sama penjualan B2B dan berbagai pameran sehingga mampu menjangkau pelanggan dari pasar lokal hingga ekspor.

Dalam operasional usaha sehari-hari, TSDC juga memanfaatkan layanan perbankan BRI seperti QRIS BRI untuk memudahkan transaksi non-tunai, BRImo untuk memantau arus kas usaha sekaligus melakukan pembayaran kepada pemasok bahan baku, serta tabungan BritAma sebagai rekening utama pengelolaan transaksi bisnis.

3. UMKM mampu untuk berkembang

LinkUMKM Jangkau 14,8 Juta Pengusaha, BRI Dorong Penguatan Usaha Berbasis Digital (dok. BRI)

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa TSDC Bali merupakan contoh bagaimana pelaku UMKM mampu mengembangkan kerajinan berbasis kearifan lokal hingga menjangkau pasar yang lebih luas.

“Dengan penguatan kapasitas usaha, inovasi desain, serta dukungan akses pasar yang lebih luas, produk kerajinan seperti yang dikembangkan TSDC menunjukkan bahwa karya berbasis kearifan lokal mampu beradaptasi dengan perkembangan tren pasar. Pendampingan yang tepat juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran dan menjangkau segmen konsumen yang lebih luas. Melalui berbagai program pemberdayaan, BRI terus mendorong UMKM agar dapat berkembang secara berkelanjutan,” pungkasnya. (WEB)

Topics

Editorial Team