Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kerap Beri Laporan Aman ke Prabowo, Purbaya: Bukan ABS

Kerap Beri Laporan Aman ke Prabowo, Purbaya: Bukan ABS
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
  • Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan laporan aman kepada Presiden Prabowo bukan sekadar ABS, melainkan hasil perhitungan matang dan koordinasi disiplin fiskal di Kemenkeu.
  • Defisit APBN berhasil dijaga di bawah 3 persen, menunjukkan pengelolaan anggaran yang efektif serta mendorong arah pertumbuhan ekonomi ke posisi lebih baik pada awal tahun.
  • Kemenkeu mengoptimalkan lembaga seperti PT SMI, LPEI, dan Geo Dipa untuk memperkuat pembiayaan pembangunan serta mendukung pertumbuhan ekonomi di luar instrumen fiskal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan setiap kebijakan yang diambil jajarannya didasari perhitungan kuantitatif yang terukur.

Dia menekankan, koordinasi tim di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tetap fokus pada disiplin fiskal dan menjaga kredibilitas anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), terutama dalam enam bulan terakhir.

"Semuanya dikendalikan dengan baik. Kita pegang prinsip disiplin fiskal, kredibilitas APBN. Itu yang kita pegang mati-matian selama ini," kata dia di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

1. Purbaya tegaskan bukan ABS

Kerap Beri Laporan Aman ke Prabowo, Purbaya: Bukan ABS
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Trio Hamdani)

Purbaya mengungkapkan fondasi ekonomi saat ini sangat kuat berkat diskusi yang terus dilakukan di jajaran Kemenkeu. Kondisi tersebut sempat membuat Presiden Prabowo Subianto merasa tenang.

"Kondisi fondasi kita amat kuat. Itu yang bikin Pak Presiden agak senang. 'Gimana Menteri Keuangan?' 'Aman Pak.' 'Kalau naik ke sini?' 'Aman Pak.' 'Kalau ke situ?' 'Aman Pak," ujar dia menirukan.

Dia menampik anggapan laporan aman yang disampaikan kepada Presiden hanya sekadar asal bapak senang (ABS). Purbaya menegaskan seluruh data dan risiko telah dihitung dengan matang.

"Kita bukan ABS, ya, kita semua terhitung, semua kita hitung dengan baik. Gak ada yang main-main," kata Purbaya.

2. Defisit APBN tetap dijaga di bawah 3 persen

Ilustrasi APBN.
Ilustrasi APBN. (Kemenkeu)

Di tengah keraguan banyak pihak yang memprediksi defisit anggaran bakal menembus angka 3 persen, Purbaya menyebutkan angka defisit tahun lalu berada di level 2,92 persen, bahkan angka aktualnya diprediksi bisa lebih rendah lagi.

Keberhasilan menjaga defisit tersebut dinilai mampu mengarahkan ekonomi ke posisi yang lebih baik, dengan proyeksi pertumbuhan pada triwulan pertama tahun ini yang lebih tinggi.

"Jadi kita jago juga rupanya, dengan defisit di bawah 3 persen tapi kita semua nih kerja semua, bisa membalikkan arah ekonomi ke arah yang lebih baik triwulan keempat tahun lalu. Saya yakin, triwulan pertama ini juga tumbuhnya lebih bagus lagi," ujar dia.

3. Optimalkan lembaga di bawah Kemenkeu selain fiskal

Gedung Kementerian Keuangan.
Gedung Kementerian Keuangan. (dok. Kemenkeu)

Purbaya tidak hanya mengandalkan instrumen fiskal. Dia juga menggerakkan lembaga di bawah Kemenkeu seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan PT Geo Dipa Energi.

Salah satu langkahnya adalah menugaskan PT SMI menghitung biaya pembangunan sekolah terintegrasi sebagai langkah antisipasi jika kondisi mendesak. Menurutnya, kesiapan modal dan hitungan tersebut menjadi modal penting saat ini.

"Untuk pertumbuhan ekonomi, saya bukan mengandalkan fiskal aja tuh, SMI, LPEI kita coba galakkan ada Geo Dipa juga kita galakkan ke depan," kata Purbaya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in Business

See More