Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kerugian Scam Tembus Rp9,1 Triliun, VIDA Rilis ID FraudShield

Kerugian Scam Tembus Rp9,1 Triliun, VIDA Rilis ID FraudShield
ilustrasi seorang pria yang memegang tanda "Fraud" (Pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Intinya Sih
  • VIDA meluncurkan ID FraudShield sebagai sistem pertahanan berlapis menghadapi lonjakan penipuan digital di Indonesia yang menyebabkan kerugian hingga Rp9,1 triliun.
  • Sebanyak 65 persen masyarakat Indonesia terpapar upaya scam digital setiap pekan, mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat keamanan dan kebijakan digital nasional.
  • ID FraudShield dilengkapi fitur Biometric Liveness, Device Intelligence, Behavioral Analytics, serta Network & Location Intelligence guna mendeteksi deepfake, spoofing, dan aktivitas fraud secara real-time.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - VIDA meluncurkan ID FraudShield sebagai sistem pertahanan berlapis untuk menghadapi lonjakan penipuan digital di Indonesia yang telah menimbulkan kerugian hingga Rp9,1 triliun. Solusi ini hadir di tengah meningkatnya kompleksitas modus scam berbasis kecerdasan buatan (AI).

Ada berbagai macam modus scam mulai dari manipulasi biometrik hingga serangan berbasis perangkat dan jaringan, yang kini menuntut pendekatan keamanan digital yang lebih menyeluruh dan real-time.

1. Sebanyak 65 persen masyarakat Indonesia terpapar upaya penipuan digital

Ilustrasi laptop terkena fraud scam phishing (freepik.com/rawpixel.com)
Ilustrasi laptop terkena fraud scam phishing (freepik.com/rawpixel.com)

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Edwin Hidayat Abdullah, menegaskan bahwa ancaman scam digital saat ini telah berada pada level yang membutuhkan respons kolaboratif lintas sektor.

“Sekitar 65 persen masyarakat Indonesia terpapar upaya penipuan digital setidaknya sekali setiap pekan. Ini menunjukkan urgensi pendekatan yang terintegrasi, mulai dari kebijakan, institusi, hingga teknologi,” ujarnya.

2. Penipuan digital kini gunakan AI hingga GPS Spoofing

WhatsApp Image 2026-05-12 at 6.28.23 PM.jpeg
Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur. (Dok/Istimewa).

Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur, menyampaikan bahwa pola penipuan digital kini semakin kompleks dan tidak lagi terbatas pada manipulasi biometrik wajah. Alhasil, peran penyedia teknologi keamanan identitas digital menjadi semakin krusial dalam memperkuat ekosistem perlindungan digital nasional.

“Pelaku kini menggunakan injection attack, emulator farms, hingga GPS spoofing untuk mengelabui sistem verifikasi. Karena itu, keamanan digital harus berevolusi dengan melihat perangkat, jaringan, dan perilaku secara menyeluruh,” kata Niki.

3. ID FraudShield perkuat proteksi digital,

ilustrasi fraud detection (freepik.com/freepik)
ilustrasi fraud detection (freepik.com/freepik)

ID FraudShield sendiri dirancang dengan pendekatan pertahanan berlapis yang mencakup beberapa kapabilitas utama, yakni:

  • Biometric Liveness untuk mendeteksi deepfake, spoofing wajah, dan video replay
  • Device Intelligence untuk mengidentifikasi emulator, perangkat modifikasi, dan aplikasi kloning
  • Behavioral Analytics untuk menganalisis pola interaksi pengguna secara dinamis
  • Network & Location Intelligence untuk mendeteksi penggunaan VPN, proxy, dan GPS spoofing
  • Rule Engine untuk menilai tingkat risiko secara real-time
  • ID Graph (Network Intelligence) yang menghubungkan data lintas sesi guna mengungkap sindikat fraud, synthetic identity, hingga mule accounts

Solusi ini ditujukan untuk sektor perbankan, multifinance, pinjaman digital, asuransi, hingga platform pembayaran yang semakin rentan terhadap modus kejahatan digital.

VIDA menyebut ID FraudShield diharapkan mampu meningkatkan akurasi deteksi fraud tanpa mengganggu pengalaman pengguna maupun kepatuhan terhadap regulasi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More