Parapat, IDN Times - Pejabat Gubernur Sementara (PGS) Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, bank sentral fokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi di tengah ketidakpastian global saat ini yang masih tinggi.
Dia menuturkan, meski The Federal Reserve (The Fed) menyatakan mempertahankan tingkat suku bunga acuannya (Fed Fund Rate), namun pernyataan bos The Fed Kevin Warsh memberikan sinyal ekonomi mereka masih hawkish. The Fed, menurutnya, masih sangat concern terhadap ekonomi mereka yang terus mengalami upward.
"Artinya, di global mereka akan menghadapi situasi higher from longer. Maksudnya situasi tinggi, baik suku bunga, yield dari obligasi pemerintah, termasuk inflasinya jadi situasi ini akan beri dampak ke negara lain khususnya emerging market, dan secara spesial di Indonesia sendiri," kata dia dalam paparannya saat Editors Briefing secara daring, Jumat (31/7/2026).
