Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Harga Sewa GPU AI Naik 30 Persen, Ada Apa dengan Industri AI?

Harga Sewa GPU AI Naik 30 Persen, Ada Apa dengan Industri AI?
GPU H100 (nvidia.com)
  • Harga sewa GPU Nvidia H100 melalui neocloud naik 30 persen sejak Desember, dari 2 dolar AS menjadi 2,6 dolar AS per jam, menandakan tingginya kebutuhan komputasi AI.
  • Permintaan GPU meningkat karena AI dipakai untuk chatbot, gambar, video, analisis data, rekomendasi, dan otomatisasi; GPU lama tetap dicari saat perangkat terbaru sulit diperoleh dalam jumlah besar.
  • Pasokan chip AI belum mengimbangi permintaan, dengan sebagian besar chip diperkirakan telah dipesan hingga 2027; industri juga membutuhkan investasi besar pada pusat data, jaringan, listrik, dan infrastruktur pendukung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Perkembangan kecerdasan buatan membuat kebutuhan terhadap komputer berkemampuan tinggi ikut meningkat. Perusahaan yang mengembangkan layanan akal imitasi (AI) membutuhkan banyak perangkat khusus untuk menjalankan dan melatih model mereka. Kondisi tersebut mulai terlihat dari kenaikan harga sewa Graphics Processing Unit (GPU) yang digunakan untuk kebutuhan komputasi AI.

Menurut analis Piper Sandler, harga sewa GPU Nvidia H100 melalui perusahaan neocloud telah naik sekitar 30 persen. Harga sewanya meningkat dari 2 dolar AS menjadi 2,6 dolar AS per jam sejak Desember, meskipun H100 bukan lagi GPU generasi terbaru. Kenaikan ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap kemampuan komputasi untuk AI masih sangat besar.

  1. 1. Kebutuhan komputasi AI terus bertambah

    ilustrasi pusat data
    ilustrasi pusat data (magnific.com/DC Studio)

    AI membutuhkan komputer dengan kemampuan pemrosesan yang sangat besar, terutama ketika perusahaan melatih dan menjalankan model AI. GPU dapat membantu melakukan banyak perhitungan secara bersamaan sehingga perangkat ini banyak digunakan untuk kebutuhan tersebut. Semakin banyak layanan AI yang dikembangkan, semakin besar pula kebutuhan terhadap kemampuan komputasi.

    Kebutuhan tersebut tidak hanya berasal dari perusahaan yang membuat chatbot. AI juga digunakan untuk membuat gambar dan video, menganalisis data, menjalankan sistem rekomendasi, hingga mengembangkan aplikasi yang dapat melakukan berbagai tugas secara otomatis. Ketika semakin banyak perusahaan menggunakan teknologi tersebut, permintaan terhadap GPU dan kapasitas komputasi ikut meningkat.

  2. 2. GPU lama masih banyak dicari

    ilustrasi GPU
    ilustrasi GPU (unsplash.com/Thomas Foster)

    Nvidia H100 bukanlah GPU terbaru karena perusahaan tersebut sudah memiliki beberapa generasi chip yang lebih baru. Namun, harga sewanya justru meningkat sekitar 30 persen menjadi 2,6 dolar AS per jam. Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan masih membutuhkan kapasitas komputasi yang tersedia, meskipun perangkat yang digunakan bukan generasi paling baru.

    Situasi tersebut dapat terjadi karena perusahaan tidak selalu bisa langsung mendapatkan GPU terbaru dalam jumlah yang mereka butuhkan. Menyewa GPU menjadi salah satu pilihan agar perusahaan dapat memperoleh tambahan kemampuan komputasi tanpa harus membeli dan mengelola seluruh perangkat sendiri. Jika permintaan sewa meningkat sementara kapasitas yang tersedia terbatas, harga sewa pun dapat ikut naik.

  3. 3. Pasokan GPU belum mengimbangi permintaan

    ilustrasi pusat data
    ilustrasi pusat data (magnific.com/DC Studio)

    Kenaikan harga sewa juga berkaitan dengan persoalan pasokan. Analis Piper Sandler menyebut harga dan permintaan GPU menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap komputasi AI masih lebih besar dibandingkan kapasitas yang tersedia. Mereka bahkan memperkirakan sebagian besar chip AI sudah habis dipesan untuk 2027, sementara pesanan untuk 2028 juga mulai penuh.

    Kondisi tersebut membuat pembangunan infrastruktur AI membutuhkan waktu dan biaya yang besar. Perusahaan teknologi tidak cukup hanya membuat model AI karena mereka juga membutuhkan pusat data, jaringan, listrik, dan berbagai perangkat pendukung lainnya. Artinya, pertumbuhan AI ikut menciptakan kebutuhan baru terhadap infrastruktur yang harus dibangun untuk menjalankan teknologi tersebut.

  4. 4. Industri AI masih membutuhkan investasi besar

    ilustrasi artificial intelligence
    ilustrasi artificial intelligence (freepik.com/DC Studio)

    Besarnya kebutuhan komputasi menunjukkan bahwa perkembangan AI juga membutuhkan infrastruktur dalam jumlah besar. Di belakang layanan AI terdapat industri besar yang menyediakan chip, pusat data, jaringan, dan berbagai infrastruktur untuk menjalankan teknologi tersebut. Piper Sandler memperkirakan pasar komputasi akan meningkat lima kali lipat menjadi sekitar 2,2 triliun dolar AS pada 2030.

    Sekitar 2 triliun dolar AS dari nilai tersebut diperkirakan berasal dari chip AI, sedangkan sisanya berasal dari CPU. Angka tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan AI dapat memberikan dampak kepada banyak perusahaan yang berada di belakang teknologi tersebut. Selama kebutuhan terhadap layanan AI terus meningkat, permintaan terhadap infrastruktur komputasi juga berpotensi tetap tinggi.

    Kenaikan harga sewa GPU H100 menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap kemampuan komputasi AI masih sangat besar. Perusahaan tidak hanya berlomba mengembangkan model AI, tetapi juga membutuhkan semakin banyak perangkat untuk menjalankannya. Karena itu, perkembangan industri AI ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan industri menyediakan infrastruktur yang mampu mengikuti pertumbuhan permintaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More