Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bendera Korea Selatan (magnific.com/wirestock)
  • Ekspor Korea Selatan pada Oktober 2026 mencapai 115,3 miliar dolar AS, terdorong permintaan global komponen teknologi AI dan pembangunan pusat data.
  • Surplus perdagangan Oktober mencapai 42,5 miliar dolar AS meski impor naik 36 persen, terutama akibat kenaikan harga minyak mentah dunia.
  • Ekspor semikonduktor melonjak 259,4 persen menjadi 56,44 miliar dolar AS, sementara pengiriman ke AS dan China menguat berkat kebutuhan cip, komputer, serta infrastruktur pusat data.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kinerja ekspor Korea Selatan (Korsel) tumbuh pesat pada Oktober 2026 berkat lonjakan permintaan produk teknologi akal imitasi (AI) di pasar global. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, Industri, dan Sumber Daya Korsel pada Minggu (1/11/2026), nilai ekspor Negeri Ginseng pada periode tersebut berhasil mencapai 115,3 miliar dolar AS (Rp2,09 kuadriliun).

Capaian positif ini melanjutkan rekor ekspor tertinggi sepanjang sejarah yang sebelumnya tercatat sebesar 121,1 miliar dolar AS (Rp2,2 kuadriliun) pada September lalu. Pembangunan pusat data berskala global menjadi pemicu utama tingginya permintaan komponen cip dan perangkat teknologi asal Korea Selatan.

1. Lonjakan pertumbuhan ekspor harian Korea Selatan

ilustrasi ekspor impor, kontainer, peti kemas, pelabuhan (pexels.com/Wolfgang Weiser)

Berdasarkan perhitungan hari kerja aktif, nilai ekspor melonjak 76,1 persen secara tahunan dengan rata-rata harian mencapai 5,24 miliar dolar AS (Rp94,99 triliun). Angka ini tercatat sebagai rata-rata harian tertinggi kedua setelah rekor bulan September yang menyentuh 5,63 miliar dolar AS (Rp102,06 triliun) per hari.

Secara tahunan tanpa penyesuaian hari kerja, pengiriman barang ke luar negeri melesat hingga 93,7 persen, melampaui pertumbuhan pada September sebesar 83,7 persen. Pergeseran masa libur tradisional Chuseok yang jatuh pada September 2026 turut memengaruhi perbandingan data statistik perdagangan tahunan tersebut.

2. Perolehan surplus neraca perdagangan luar negeri

ilustrasi neraca perdagangan (pexels.com/RDNE Stock project)

Di sisi lain, nilai impor Korea Selatan pada Oktober 2026 naik 36 persen menjadi 72,78 miliar dolar AS (Rp1,32 kuadriliun). Kenaikan impor terutama dipicu oleh lonjakan nilai belanja energi sebesar 63,1 persen menjadi 16,49 miliar dolar AS (Rp298,92 triliun) akibat kenaikan harga minyak mentah dunia, meski volume pembelian fisik energi menurun.

Kuatnya kinerja ekspor membuat Korea Selatan berhasil membukukan surplus neraca perdagangan sebesar 42,5 miliar dolar AS (Rp770,4 triliun). Capaian surplus di atas 40 miliar dolar AS (Rp725,09 triliun) ini berhasil dipertahankan selama dua bulan berturut-turut.

Secara kumulatif dari Januari hingga Oktober 2026, total nilai ekspor telah menembus 930 miliar dolar AS (Rp16,86 kuadriliun) atau naik 60,6 persen dengan akumulasi surplus 294,9 miliar dolar AS (Rp5,35 kuadriliun). Dengan sisa target sekitar 70 miliar dolar AS (Rp1,27 kuadriliun), nilai ekspor tahunan Korea Selatan diproyeksikan mampu melampaui angka 1 triliun dolar AS (Rp18,13 kuadriliun) pada November 2026.

3. Peningkatan ekspor semikonduktor berkat teknologi AI

ilustrasi kecerdasan buatan (AI) (unsplash.com/Igor Omilaev)

Ekspor produk semikonduktor melonjak tajam hingga 259,4 persen menjadi 56,44 miliar dolar AS (Rp1,02 kuadriliun) dan menyumbang hampir 49 persen dari total ekspor nasional. Pengiriman perangkat komputer juga melesat 496,6 persen menjadi 5,85 miliar dolar AS (Rp106,04 triliun) berkat tingginya permintaan server penyimpanan data, sedangkan ekspor peralatan listrik naik 74 persen menjadi 1,99 miliar dolar AS (Rp36,07 triliun).

Pengiriman barang ke Amerika Serikat naik 185,8 persen menjadi 24,9 miliar dolar AS (Rp451,37 triliun) yang ditopang oleh kebutuhan cip, komputer, serta kabel transmisi daya pusat data. Sementara itu, ekspor ke China tumbuh 133,6 persen menjadi 26,98 miliar dolar AS (Rp489,07 triliun) dan bertahan di atas angka 20 miliar dolar AS (Rp362,54 triliun) selama lima bulan berturut-turut.

"Pemerintah akan memfokuskan kebijakan untuk mempererat kerja sama dengan mitra dagang utama agar manfaat ekspor juga dirasakan oleh pelaku usaha kecil dan menengah," ujar Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan, Kim Jung-kwan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article