Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kredivo-KrediFazz Buka Suara! Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Penagihan
Kredivo (dok. Istimewa)
  • Kredivo dan KrediFazz tetap menginvestigasi dugaan pelanggaran penagihan di Purworejo, meski kasus telah dimediasi Polres Purworejo pada 22 Juli 2026.
  • Petugas yang dilaporkan adalah agen mitra collection agency KrediFazz dan telah dinonaktifkan; perusahaan mengevaluasi pengawasan, kepatuhan SOP, serta kode etik penagihan.
  • OJK memantau penanganan kasus setelah memanggil manajemen pada 23 Juli 2026 untuk memaparkan kronologi, pendalaman awal, dan rencana penguatan pengawasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Purworejo, ada dugaan petugas penagihan bersikap tidak benar kepada pengguna pinjaman KrediFazz. Mereka sudah berdamai dengan bantuan polisi. Tapi Kredivo dan KrediFazz masih mencari tahu semua kejadian. Petugas itu sudah tidak bekerja dulu. OJK juga melihat penanganannya. Perusahaan sedang memeriksa aturan penagihan supaya semuanya sesuai aturan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kredivo dan KrediFazz akhirnya buka suara terkait dugaan pelanggaran penagihan yang terjadi di Purworejo, Jawa Tengah. Meski kasus tersebut telah berakhir damai melalui mediasi Polres Purworejo pada 22 Juli 2026, perusahaan memastikan investigasi internal tetap berjalan untuk mengusut tuntas dugaan pelanggaran, sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut memantau penanganan kasus tersebut.

Head of Marketing Kredivo, Indina Andamari, mengatakan perusahaan berkomitmen menangani setiap laporan secara serius sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen. Menurutnya, seluruh proses dilakukan secara objektif dan adil, dengan setiap keputusan nantinya didasarkan pada fakta yang telah terverifikasi.

"Sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi prinsip perlindungan konsumen, Kredivo berkomitmen untuk memastikan setiap laporan memperoleh penanganan secara serius, objektif, dan adil terhadap semua pihak. Kami juga berkomitmen untuk mengusut setiap dugaan pelanggaran hingga tuntas," ujar Indina dalam pernyataan resminya, Senin (27/7/2026). 

1. Investigasi tetap berjalan meski kasus sudah dimediasi

Ilustrasi pemakaian aplikasi Kredivo (dok.Kredivo)

Kredivo menegaskan proses perdamaian antara pengguna dan petugas penagihan tidak menghentikan investigasi internal perusahaan. Saat ini, perusahaan masih mendalami informasi secara intensif dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan seluruh fakta terverifikasi sebelum mengambil keputusan.

Indina juga meluruskan bahwa petugas penagihan yang dilaporkan merupakan agen dari mitra collection agency yang mewakili KrediFazz. Hal itu karena produk yang digunakan pelanggan merupakan pinjaman tunai KrediFazz yang diakses melalui aplikasi Kredivo.

"Petugas penagihan yang terlibat dalam kejadian ini merupakan agen dari mitra collection agency yang mewakili KrediFazz karena produk pinjaman yang diambil adalah pinjaman tunai KrediFazz melalui aplikasi Kredivo," jelas Indina.

2. Pengawasan mitra penagihan diperketat, petugas dinonaktifkan

(Kiri) Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital CELIOS, dan (Kanan) Indina Andamari, SVP Marketing & Communications Kredivo saat membahas tren, pola, dan dampak penggunaan Paylater dalam sebuah diskusi bersama media. (dok. Kredivo)

Sebagai salah satu perusahaan pembiayaan digital dengan belasan juta pengguna dan jutaan transaksi setiap bulan, Kredivo dan KrediFazz menilai insiden tersebut merupakan kasus yang sangat eksepsional dan tidak mencerminkan standar operasional penagihan yang selama ini diterapkan.

Direktur Utama KrediFazz, Anita Wijanto, mengatakan evaluasi menyeluruh tengah dilakukan untuk memperkuat pengawasan terhadap seluruh proses penagihan, termasuk kepatuhan mitra collection agency terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan kode etik perusahaan.

"Sejak awal kami beroperasi, pengawasan terhadap proses penagihan selalu menjadi prioritas dalam operasional kami. Dengan adanya kejadian ini, evaluasi menyeluruh sedang dilakukan guna memperkuat proses pengawasan kepatuhan dan tata kelola terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam proses penagihan, sekaligus bagian dari tanggung jawab kami terhadap industri pembiayaan digital secara keseluruhan," kata Anita.

Sebagai tindak lanjut awal, petugas penagihan yang dilaporkan terlibat telah dinonaktifkan karena tindakannya dinilai berisiko tinggi melanggar SOP dan kode etik yang berlaku. Seluruh keputusan lanjutan, kata perusahaan, akan didasarkan pada hasil investigasi yang menyeluruh dan faktual.

3. OJK ikut mengawasi penanganan kasus

Logo OJK. ANTARA News

Penanganan dugaan pelanggaran ini juga mendapat perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada Kamis, (23/07/2026), manajemen Kredivo dan KrediFazz memenuhi panggilan regulator untuk memaparkan perkembangan penanganan kasus.

Dalam pertemuan tersebut, perusahaan menyampaikan kronologi kejadian, hasil pendalaman awal, hingga rencana penguatan pengawasan terhadap aktivitas penagihan. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mematuhi arahan regulator sekaligus memperkuat perlindungan konsumen.

Kredivo dan KrediFazz menegaskan seluruh tindak lanjut yang telah maupun akan dilakukan akan selalu mengacu pada fakta dan hasil investigasi yang terverifikasi. Perusahaan juga menyatakan evaluasi yang dilakukan diharapkan dapat semakin memperkuat tata kelola penagihan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan pembiayaan digital.

Curated For You

Editorial Team

Related Article