Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lalu Lintas Kapal di Terusan Panama Dipangkas imbas El Nino

Lalu Lintas Kapal di Terusan Panama Dipangkas imbas El Nino
Terusan Panama. (unsplash.com/alexanthony)
  • Otoritas Terusan Panama mengurangi transit harian dari 36 menjadi 34 kapal pada 3 September 2026, lalu 32 kapal pada 15 September, akibat turunnya permukaan danau buatan.
  • Curah hujan di sekitar terusan merosot 34 persen sepanjang Mei–Agustus 2026, terendah dalam catatan, sementara El Nino memicu kekeringan berkepanjangan di Panama dan Amerika Tengah.
  • Pembatasan terjadi saat lalu lintas kapal naik 41 persen akibat konflik Timur Tengah; biaya lintas kapal kontainer disebut dapat mencapai 4 juta dolar AS dan reservasi diperlukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Otoritas Terusan Panama mengumumkan rencana pengurangan lalu lintas Terusan Panama pada Jumat (21/8/2026). Kebijakan ini diterapkan menyusul kekeringan imbas fenomena El Nino di Panama dan Amerika Tengah. 

Sebelumnya, Panama sudah mencatatkan kenaikan lalu lintas kapal hingga 41 persen imbas konflik di Timur Tengah. Sejumlah kapal barang, termasuk kapal pengangkut BBM dan LNG mengalihkan rutenya melalui Selat Panama. 

  1. 1. Transit akan dibatasi maksimum 34 kapal

    Terusan Panama.
    Terusan Panama. (unsplash.com/sirvar)

    Sesuai kebijakan ini, jumlah kapal yang melintas di Terusan Panama setiap harinya dikurangi dari maksimum 36 menjadi 34 kapal pada 3 September 2026, dan akan diturunkan kembali menjadi 32 kapal pada 15 September. Langkah ini menyusul penurunan level permukaan danau buatan di terusan tersebut. 

    Dilansir The Tico Times, terdapat sekitar 35 kapal setiap harinya yang melintasi Terusan Panama setiap harinya sepanjang Juni. Pada kondisi normal, sebanyak 40 kapal dapat melintasi terusan yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Laut Karibia tersebut. 

  2. 2. Curah hujan di Terusan Panama menurun

    Bendera Panama.
    ilustrasi bendera Panama (unsplash.com/luchox23)

    Keputusan ini didorong turunnya curah hujan di sekitar Terusan Panama hingga 34 persen pada Mei hingga Agustus 2026. Catatan curah hujan ini menjadi yang terendah dan fenomena El Nino dapat membuat curah hujan terus menurun di Panama dan Amerika Tengah. 

    Dilansir Le Monde, negara-negara Amerika Tengah sudah dilanda kekeringan panjang imbas fenomena El Nino. Fenomena ini timbul akibat penghangatan permukaan air di Samudra Pasifik yang mendorong perubahan angin, tekanan atmosfer, dan curah hujan.

  3. 3. Biaya melintas Terusan Panama meningkat

    ilustrasi bendera Panama
    ilustrasi bendera Panama (pexels.com/esjaimes)

    Pekan lalu, terdapat kabar bahwa melintas Terusan Panama akan mengalami kenaikan biaya imbas Perang Iran dan El Nino. Sebuah kapal kontainer yang melintasi Terusan Panama disebut bisa dikenakan biaya hingga 4 juta dolar AS (Rp70,6 miliar). 

    Dilansir The Guardian, sebanyak 9 dari 10 kapal yang akan melintasi Terusan Panama juga harus melakukan reservasi terlebih dahulu. Sementara, operator Terusan Panama tidak menampik untuk membatasi kapal jika kondisi kekeringan kian memburuk. 

    Sebagai informasi, Terusan Panama dibangun oleh Amerika Serikat (AS) dan resmi dibuka pada 1914. Terusan ini penting bagi perdagangan dunia dan pengguna utama dari terutama ini adalah AS, China, Jepang, Chile, dan Korea Selatan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More