Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lengkap! Isi Tuntutan Bos Buruh Langsung di Hadapan Prabowo
Prabowo Hadiri Hari Buruh 206 di Monas (IDN Times/M. Ilman Nafi'an)
  • Para pimpinan serikat buruh menyampaikan tuntutan langsung kepada Presiden Prabowo di peringatan May Day, mencakup isu regulasi ketenagakerjaan, kesejahteraan, dan perlindungan pekerja dari berbagai sektor.
  • KSBSI menyoroti ratifikasi konvensi ILO, perlindungan perempuan, serta perhatian terhadap ojol dan keselamatan kerja; KPBI menuntut fasilitas daycare, perumahan terintegrasi, dan pengawasan ketenagakerjaan yang lebih kuat.
  • KSPI membawa 11 tuntutan termasuk reformasi pajak pesangon, pembatasan outsourcing, hingga perlindungan industri strategis; KSPSI mengusulkan beasiswa aktivis buruh, rumah sakit buruh, dan peresmian Museum Marsinah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak bos buruh datang ke Monas dan bicara sama Pak Prabowo. Mereka minta aturan kerja yang adil, gaji cukup, dan tempat kerja aman. Ada yang mau daycare buat anak, rumah dekat pabrik, juga rumah sakit khusus buruh. Pak Prabowo bilang sudah tanda tangan aturan tentang nelayan dan dengar semua permintaan mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sejumlah pimpinan serikat pekerja/buruh menyampaikan tuntutan secara terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Buruh (May Day) di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Aspirasi disampaikan dari berbagai sektor, mulai dari regulasi ketenagakerjaan hingga kesejahteraan buruh. Berikut tuntutan selengkapnya!

1. KSBSI minta ratifikasi konvensi hingga perhatian ojol

Demo Ojol di Surabaya, Selasa (28/4/2026). (IDN Times/Khusnul Hasana)

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Ely Rosita Silaban mengaku sempat membayangkan Prabowo akan menandatangani sebuah konvensi dan berharap hal itu menjadi kenyataan, yakni penandatanganan Konvensi ILO 188 tentang perikanan. Prabowo langsung mengumumkan telah menandatangani aturan tersebut.

KSBSI juga menyampaikan keyakinannya pemerintah akan melihat kebutuhan buruh terhadap pengaturan kontrak kerja, pengupahan, dan outsourcing atau alih daya melalui pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Selain itu, Ely menyuarakan aspirasi terkait perlindungan terhadap perempuan dan isu gender melalui ratifikasi Konvensi ILO 190 tentang kekerasan di tempat kerja. Dia menyebut puluhan negara telah meratifikasi konvensi tersebut sejak 2019 dan berharap Indonesia dapat segera menyusul.

KSBSI juga meminta perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan buruh secara umum, termasuk regulasi bagi pengemudi ojek online (ojol) serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

2. KPBI dorong daycare, perumahan terintegrasi dan pengawasan

Daycare stunting Rumah Pelita di Kota Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Ilhamsyah menyampaikan, pekerja muda yang telah berkeluarga kerap dihadapkan pada pilihan sulit dalam mengasuh anak. Dia menyebut sebagian harus menitipkan anak ke keluarga di kampung atau bahkan keluar dari pekerjaan.

Karena itu, KPBI meminta negara menyediakan fasilitas daycare di kawasan industri dan permukiman buruh agar anak-anak buruh dapat tumbuh dan berkembang dengan baik serta mendapatkan jaminan kesehatan dan pengasuhan.

Ilhamsyah juga menyoroti kondisi tempat tinggal buruh yang umumnya sempit serta dihadapkan pada kemacetan setiap hari. Dia menyatakan, dukungan terhadap program perumahan pemerintah dan berharap pembangunan dilakukan secara terintegrasi dengan kawasan industri agar buruh tidak perlu bergantung pada kendaraan pribadi, sehingga dapat menghemat biaya bahan bakar, mengurangi kemacetan, dan menekan tingkat stres.

Selain itu, KPBI menilai masih banyak pelanggaran terhadap aturan ketenagakerjaan. Ilhamsyah meminta agar fungsi pengawasan benar-benar diperkuat sehingga tidak ada lagi perusahaan yang membayar upah di bawah ketentuan, melakukan union busting, mengabaikan K3, maupun menerapkan hubungan kerja yang merugikan buruh.

3. KSPI sampaikan 11 tuntutan

Massa buruh KSPI bergerak ke kantor Gubernur Jateng untuk menyampaikan berbagai tuntutan. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menyampaikan 11 tuntutan kepada pemerintah, yakni sebagai berikut:

  1. Meminta pengesahan RUU Ketenagakerjaan dalam waktu dekat, dengan harapan dapat disahkan sebelum peringatan May Day tahun depan.

  2. Menyuarakan penolakan terhadap outsourcing dan upah murah serta menilai aturan yang ada saat ini masih belum memenuhi harapan buruh, sehingga perlu pembahasan lanjutan dengan pemerintah.

  3. Mengingatkan adanya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) dan meminta agar Satgas PHK yang telah digaungkan dapat segera dideklarasikan.

  4. Meminta reformasi pajak, khususnya agar pesangon, tunjangan hari raya (THR), dan pensiun tidak dikenakan pajak.

  5. KSPI menyatakan dukungan terhadap pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi.

  6. Meminta agar potongan bagi pengemudi ojek online diturunkan menjadi 10 persen.

  7. KSPI meminta perlindungan terhadap industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta nikel.

  8. KSPI mengusulkan moratorium industri semen yang dinilai mengalami kelebihan pasokan.

  9. Menyuarakan aspirasi guru dan tenaga honorer paruh waktu agar diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN) karena dinilai masih menerima penghasilan sangat rendah.

  10. Meminta revisi terhadap Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI).

  11. Berharap berbagai persoalan ketenagakerjaan yang telah diperjuangkan sebelumnya dapat diselesaikan pada tahun ini.

4. KSPSI usulkan beasiswa, rumah sakit dan peresmian museum Marsinah

Ilustrasi pelajar dan mahasiswa berburu beasiswa luar negeri. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengusulkan pemberian beasiswa pendidikan bagi aktivis buruh agar memiliki kesempatan mengembangkan kapasitas dan organisasi. Selain itu, KSPSI kembali mengusulkan pembangunan rumah sakit buruh di kawasan industri yang disebut telah menjadi aspirasi selama puluhan tahun.

Andi Gani juga mengingatkan janji peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, sebagai simbol perjuangan buruh, dan berharap dapat direalisasikan dalam rangkaian peringatan May Day.

Editorial Team