Lewat Beli Lokal, Penjualan Seller Tokped-TikTok Shop Naik 57 Persen

Ekosistem #BeliLokal Tokopedia dan TikTok Shop meningkatkan penjualan seller di Solo hingga 57 persen, sekaligus mendorong produk lokal lebih kompetitif.
Tokopedia dan TikTok Shop bersama Kemendag meluncurkan Pilihan BuSan berisi sekitar 100 produk lokal terkurasi, serta memberi pelatihan dan klinik pendampingan bagi 200 seller Solo.
Batik Baron mencatat kenaikan omzet 250 persen berkat #BeliLokal dan pendampingan konten, LIVE, serta afiliator; program terkait telah memberdayakan 4.800 peserta.
Surakarta, IDN Times - Ekosistem khusus produk lokal di platform e-commerce Tokopedia & TikTok Shop, yaitu #BeliLokal berhasil mengerek penjualan para penjual atau seller di Kota Surakarta atau Solo, Jawa Tengah.
Dalam acara spesial perayaan kolaborasi #BeliLokal dan peluncuran koleksi Pilihan BuSan di Swiss-Belhotel Solo, Jawa Tengah, Presiden Direktur Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo mengatakan melalui ekosistem tersebut, penjualan para seller di Kota Solo meningkat hingga 57 persen.
“Saya senang melihat produk-produk lokal itu terus bisa berkembang bisa lebih kompetitif di Tokopedia dan juga TikTok Shop. Dan semoga ini juga menjadi hal yang menginspirasi lebih banyak pegiat UMKM di sini untuk terus berkembang dan terus memaksimalkan potensi yang dimiliki,” kata Stephanie.
1. Optimalkan ekosistem Beli Lokal dengan kolaborasi kurasi produk dengan Kemendag

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso. (IDN Times/Vadhia Lidyana) Tak berhenti di situ, Tokopedia dan TikTok Shop juga menjalin kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan meluncurkan kategori Pilihan BuSan.
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengatakan kategori itu mempermudah akses terhadap produk lokal berkualitas. Terdapat sekitar 100 produk lokal yang sudah dikurasi, yang masuk dalam kategori tersebut.
“Banyak sekali sebenarnya produk-produk kita itu yang luar biasa. Dan kita bisa mudah mem-brandingproduk kita. Bahkan orang yang tadinya tidak tahu kalau kita punya produk. Karena dengan digitalisasi, maka dia akan mudah ditemukan oleh para konsumen kita, baik di dalam negeri, maupun di luar negeri,” tutur Budi Santoso.
2. Berikan solusi pada seller di Kota Solo

Wali Kota Solo, Respati Achmad Ardianto. (IDN Times/Vadhia Lidyana) Dalam acara itu, Tokopedia & TikTok Shop juga memberikan pelatihan mengenai legalisasi usaha, pembuatan konten, dan affiliate marketing kepada 200 seller yang berasal dari Kota Solo dan sekitarnya.
Ada empat klinik yang bisa diakses para seller yang hadir untuk mencari solusi, mulai dari Klinik Desain Indonesia Design Development Center (IDDC), Klinik NIB, Klinik Sertifikasi Halal, dan Klinik Kolaborasi Kreator.
Berbagai solusi diberikan mengingat UMKM memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital. Di Solo, UMKM berkontribusi 57 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) kota, dan menyerap 36 persen tenaga kerja lokal.
Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto mengatakan, solusi yang disediakan harus dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk tumbuh lebih kuat dan berdaya saing.
“Kajian BRIDA menunjukkan UMKM berpotensi menyumbang hingga 43 persen PDRB kota Solo. Jadi kami menyambut baik inisiatif #BeliLokal dari Tokopedia dan TikTok Shop, yang mendorong penguatan legalitas usaha serta pemanfaatan konten digital untuk memperluas pasar,” kata Respati.
3. Penjualan Batik Baron meningkat 250 persen berkat Beli Lokal

Founder Batik Baron, Riza Anwar. (IDN Times/Vadhia Lidyana) Dalam kesempatan yang sama, Riza Anwar, pendiri Batik Baron sekaligus salah satu seller di Tokopedia & TikTok Shop membeberkan, berkat ekosistem #BeliLokal, penjualan tokonya meningkat 250 persen. Setelah tiga tahun berdiri, Batik Baron berhasil mencetak omzet hingga Rp4 miliar per bulan dari penjualan produk batik dan juga parfum.
“Dari #BeliLokal, omzet naik 250 persen dibandingkan 2 tahun lalu. Awal kita rilis (2023) itu kan kita masih belum pakai. Terus setelah kita pakai, langsung naik pesat untuk omzetnya,” tutur Anwar.
Sebagai seller yang masuk dalam ekosistem #BeliLokal, Batik Baron juga mendapatkan pendampingan dari account manager Tokopedia & TikTok Shop. Pendampingan yang diberikan memperluas cara Batik Baron memasarkan produk, dengan optimalisasi pembuatan konten video pendek dan pemanfaatan sesi LIVE.
Pendampingan itu juga membantu Batik Baron memilih afiliator yang mendongkrak penjualan produk.
“Ada AM (account manager) yang dedicated buat seller untuk bisa membantu penjualan,” ucap Anwar.
Di dalam ekosistem #BeliLokal, Tokopedia & TikTok Shop juga memiliki program #WaktunyaSTARt dan #JualanNyaman yang fokus untuk mendorong UMKM naik kelas. Sejak diluncurkan, inisiatif itu telah memberdayakan 4.800 peserta, termasuk perempuan dan difabel, melalui pelatihan legalisasi usaha, pembuatan konten, dan affiliate marketing.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)























