Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Luhut: RI Pernah Swasembada Bawang Putih tapi Produksi Terus Menurun

20251016_162147(1).jpg
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan. (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya sih...
  • Luhut berdiskusi dengan Wakil Kepala BRIN, Kepala BPOM, serta pimpinan lembaga riset lainnya untuk mengurangi ketergantungan impor bibit dan meningkatkan kontribusi riset bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Presiden meminta agar tidak ada lagi agenda riset yang berjalan lambat dan BRIN didorong mengintegrasikan seluruh kekuatan riset nasional untuk lompatan besar bagi ketahanan pangan nasional.
  • Dorong fasilitas Genebank dan industri benihPrabowo menekankan pentingnya pembangunan genebank nasional dan penguatan industri perbenihan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia pernah mencapai swasembada bawang putih pada 1995, namun produksi komoditas tersebut terus menurun sejak 2020.

"Indonesia pernah swasembada bawang putih pada 1995, namun sejak 2020 produksinya terus menurun. Inilah mengapa kita perlu memprioritaskan varietas unggul dan riset berbasis sains," kata Luhut melalui Instagram pribadinya, Rabu (7/1/2026).

Luhut berharap pada Oktober mendatang, saat Presiden Prabowo Subianto ke Tropical Science and Technology Hub 2 (TSTH2) ekosistem riset yang dibangun tidak lagi sebatas rencana. Riset yang sudah berjalan, terintegrasi, ditargetkan mulai menghasilkan dampak nyata bagi ketahanan pangan.

1. DEN dorong percepatan riset bawang putih

ilustrasi bawang putih
ilustrasi bawang putih (pixabay.com/Couleur)

Luhut menyatakan telah berdiskusi dengan Wakil Kepala BRIN, Kepala BPOM, serta pimpinan lembaga riset lainnya. Pertemuan tersebut membahas percepatan agenda ketahanan pangan nasional, menindaklanjuti arahan Prabowo saat retreat di Hambalang.

"Dewan Ekonomi Nasional sepakat mendukung penguatan riset bibit bawang putih guna mengurangi ketergantungan impor bibit, sekaligus meningkatkan kontribusi riset bagi pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

2. Prabowo tak mau riset berjalan lambat

ilustrasi riset di laboratorium
ilustrasi riset di laboratorium (freepik.com/DC Studio)

Presiden, kata Luhut, meminta agar tidak ada lagi agenda riset yang berjalan lambat dan pendekatan sektoral ditinggalkan. Karena itu, BRIN didorong mengintegrasikan seluruh kekuatan riset nasional.

"Saya mengajak BRIN mengintegrasikan seluruh kekuatan riset seperti IPB, UGM, IT Del, dan TSTH2. Jika kekuatan ini kita satukan, saya yakin lompatan besar bagi ketahanan pangan nasional bisa kita wujudkan," tuturnya.

Dia juga menyebut TSTH2 disiapkan sebagai pusat kolaborasi riset nasional dengan fokus tanaman herbal dan hortikultura, didukung ratusan spesies herbal, superkomputer H200 dan B200, serta mesin genomik T7 yang terintegrasi.

3. Dorong fasilitas Genebank dan industri benih

ilustrasi benih tanaman (pexels.com/Kaboompics.com)
ilustrasi benih tanaman (pexels.com/Kaboompics.com)

Prabowo juga menekankan pentingnya pembangunan genebank nasional dan penguatan industri perbenihan. Luhut menegaskan adanya komitmen mendorong produksi herbal lokal sekaligus memastikan regulasi lebih adaptif terhadap inovasi.

"Saya juga meminta kepada BRIN untuk menyusun peta kesesuaian lahan terpadu agar riset lebih terarah dan siap untuk diimplementasikan," kata Luhut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Realisasi Penerimaan Bea dan Cukai Capai Rp300,3 Triliun di Desember

08 Jan 2026, 22:30 WIBBusiness