ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)
Kebiasaan Luke merencanakan sesuatu tidak hanya terlihat dalam kehidupan keluarga dan hobinya. Perencanaan juga menjadi bagian penting dari kesehariannya.
Menurut dia, hari yang baik selalu dimulai dengan secangkir kopi dan rencana yang jelas. Sebelum mulai bekerja, ia terbiasa memetakan tugas-tugas yang perlu diselesaikan pada hari itu.
Bahkan, sebelum pekan dimulai, Luke sudah melihat gambaran pekerjaan yang menantinya selama beberapa hari ke depan. Ia juga menetapkan target tahunan untuk kehidupan pribadi dan keluarga.
Kebiasaan tersebut membuatnya terbiasa memikirkan beberapa langkah ke depan. Meski begitu, Luke menyadari bahwa tidak semua rencana akan berjalan sesuai harapan karena selalu ada faktor tak terduga dalam kehidupan.
“Planning tidak menjamin keberhasilan, tetapi membuat kita lebih siap saat ada tantangan dan memberikan peluang lebih besar untuk berhasil,” ujarnya.
Prinsip serupa ia terapkan ketika mempelajari pasar saham. Luke menikmati proses menganalisis pergerakan pasar sekaligus terus memperdalam pengetahuannya mengenai investasi.
Ketertarikan itu tidak hanya berangkat dari kesukaannya pada analisis dan perencanaan. Ia juga melihatnya sebagai salah satu bentuk persiapan untuk menghadapi masa pensiun.
Dengan mempelajari pasar saham, Luke memiliki ruang untuk mengasah kemampuan analitis sekaligus memikirkan perencanaan keuangan jangka panjang.
"Selain itu saya juga suka menganalisa stock market sambil terus belajar, selain karena saya suka analisa dan planning, buat saya itu persiapan juga nanti untuk masa pensiun;" ujarnya.
Di tengah rutinitas pekerjaan, Luke juga memiliki cara untuk mengelola tekanan. Salah satunya melalui olahraga. Saat pikirannya mulai terasa penuh, ia memilih berolahraga dan mengeluarkan keringat. Aktivitas fisik membantunya mengalihkan perhatian sejenak dari pekerjaan dan rutinitas yang menuntut konsentrasi.
Saat ini, ia berlangganan pusat kebugaran atau gym di dekat kantor agar lebih mudah menyempatkan diri berolahraga.
Selain itu, Luke sesekali meluangkan waktu untuk bermeditasi. Baginya, duduk diam dan menenangkan pikiran bisa membantu dirinya merasa lebih tenang dan kembali fokus.
Ia juga menerapkan cara sederhana yang bisa dilakukan kapan saja, yakni mengatur napas. Ketika merasa tertekan atau menghadapi situasi yang menuntut banyak energi, Luke berusaha berhenti sejenak, menarik napas panjang, lalu mengatur ritmenya secara perlahan.
Di luar cara-cara tersebut, ada pula kebiasaan sederhana yang ia nikmati untuk memperbaiki suasana hati: mendengarkan musik favorit dari era 1990-an dan ikut bernyanyi.