Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 17 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan pekan lalu.
Rupiah Dibuka Lemah ke Rp18.097 per Dolar AS

- Rupiah dibuka melemah 17 poin atau 0,09 persen ke level Rp18.097 per dolar AS pada perdagangan spot Senin pagi, sejalan dengan mayoritas mata uang Asia.
- Rupiah diproyeksikan tetap tertekan akibat kekhawatiran eskalasi geopolitik Timur Tengah yang mendorong harga minyak mentah melampaui 100 dolar AS per barel.
- Arus keluar dana asing dari pasar saham domestik turut membebani rupiah; investor dinilai membutuhkan langkah konkret untuk memulihkan kepercayaan, bukan sekadar pernyataan.
Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah pada Senin (26/10/2026) pagi. Mata uang Garuda dibuka pada level Rp18.097 per dolar Amerika Serikat (AS).
1. Rincian pergerakan mata uang di Asia
Mayoritas mata uang di Asia terpantau bergeral melemah, dengan rincian sebagai berikut:
Bath Thailand melemah 0,02 persen
Rupee India melemah 0,12 persen
Pesso Filipina melemah 0,23 persen
Won Korea melmah 0,27 persen
2. Rupiah diproyeksi masih tertekan hari ini
Pengamat Pasar Uang, Lukman Leong memproyeksikan, nilai tukar rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini
Kekhawatiran terhadap eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah serta berlanjutnya arus keluar dana asing dari pasar saham domestik menjadi sentimen negatif bagi rupiah.
"Rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar AS di tengah kekuatiran eskalasi tensi geopolitik timteng yang kembali membuat harga minyak naik di atas 100 dolar AS per barel," ucapnya.
3. Investor butuh langkah konkrit untuk respons laporan MSCI
Selain tekanan dari eksternal, arus keluar dana asing (capital outflow) di pasar saham domestik yang masih berlanjut turut membebani pergerakan rupiah.
"Outflow dana asing di pasar ekuitas domestik juga masih terus membebani. Range Rp18.050-Rp18.150 per dolar AS," tegasnya.
Menurut Lukman, sejumlah langkah telah disiapkan untuk merespons dinamika pasar modal domestik, termasuk rencana mengeluarkan saham dengan kategori high share concentration (HSC) dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Meski demikian, ia menilai investor membutuhkan langkah konkret untuk memulihkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia. Pernyataan atau komitmen saja dinilai belum cukup untuk menjawab kekhawatiran investor.
“Statement memang agak disesali, namun yang dicari investor adalah langkah konkret, bukan hanya pernyataan,” kata Lukman















![[QUIZ] Dari Karakter Upin Ipin, Kamu Tebak Kamu Perintis atau Pewaris](https://image.idntimes.com/post/20250509/untitled-design-8-a8d895374ad15b64e137e3070b058e48.jpg)






