Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Harga Emas Antam Stagnan di Level Rp2,54 Juta per Gram

3 min read
Harga Emas Antam Stagnan di Level Rp2,54 Juta per Gram
Etalase yang memajang imitasi emas antam di Toko Butik Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Harga emas Antam pada Senin, 26 Oktober 2026, stagnan di Rp2,54 juta per gram, sementara harga buyback tetap Rp2,335 juta per gram.
  • Emas fisik dinilai sebagai instrumen berisiko rendah dan cukup likuid, tetapi tetap rentan hilang atau dicuri; risiko rendah umumnya diikuti imbal hasil lebih kecil.
  • Keuntungan emas dihitung dari selisih harga beli dan jual kembali; selisih buyback membuat penjualan cepat berpotensi rugi, sehingga emas kerap dipakai untuk investasi jangka panjang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam stagnan pada perdagangan Senin (26/10/2026). Dengan demikian, emas Antam kini dibanderol Rp2,54 juta per gram.

Sementara itu, harga buyback juga stagnan, sehingga dibanderol menjadi Rp2,335 juta per gram. Harga buyback adalah harga yang ditetapkan Antam saat membeli emas logam mulia dari konsumen yang menjual ke Butik Antam.

  1. 1. Daftar rincian harga emas hari ini

    Berikut rincian harga emas Antam pagi ini

    Harga emas 0,5 gram: Rp1,32 juta

    Harga emas 1 gram: Rp2,54 juta

    Harga emas 2 gram: Rp5,02 juta

    Harga emas 3 gram: Rp7,5 juta

    Harga emas 5 gram: Rp12,47 juta

    Harga emas 10 gram: Rp24,895 juta

    Harga emas 25 gram: Rp62,112 juta

    Harga emas 50 gram: Rp124,145 juta

    Harga emas 100 gram: Rp248,21 juta

    Harga emas 250 gram: Rp620,26 juta

    Harga emas 500 gram: Rp1,24 miliar

    Harga emas 1.000 gram: Rp2,48 miliar.

  2. 2. Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko berbeda

    Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko berbeda. Ada yang rendah, moderat atau menengah, hingga berisiko tinggi. Menurut perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, salah satu instrumen investasi berisiko rendah adalah logam mulia atau emas fisik. Namun, emas juga memiliki risiko tinggi untuk hilang atau dicuri, terutama ketika dibawa bepergian.

    "Risiko rendah karena pertumbuhan nilai sudah lebih tinggi dibandingkan dengan bunga bank, tapi juga fluktuatif, cukup likuid. Kenapa bisa juga dikategorikan sebagai risiko tinggi? Karena mudah atau rawan hilang atau dicuri. Di satu sisi, dia sangat praktis, mudah dibawa-bawa. Tapi itu bisa dicuri," ucap Andy kepada IDN Times.

    Selain itu, Andy mengingatkan agar masyarakat memahami instrumen-instrumen investasi yang rendah risiko, tentunya juga akan memberikan imbal hasil yang lebih kecil.

    Sebaliknya, jika kamu mencari instrumen investasi yang imbal hasilnya lebih besar, maka risikonya juga tinggi atau peluang menghadapi kerugian lebih besar, high risk high return.

    "Dengan adanya risiko rendah, berarti return juga kecil. Jadi, jangan sampai orang berasumsi risiko rendah tapi return tinggi," kata Andy.

  3. 3. Cara menghitung keuntungan investasi emas

    Cara menghitung keuntungan berinvestasi emas ialah dengan mencari selisih harga jual dan harga beli. Misalnya, harga beli emas Antam Rp2.729.000 per gram dan harga jual kembali Rp2.500.000 per gram.

    Ada selisih Rp229 ribu dari harga jual dan harga beli. Artinya, kamu harus menunggu sampai selisih harga melebihi harga beli agar meraih keuntungan.

    Apabila kamu beli emas Rp2.729.000 pada pagi hari, lalu sore harinya ingin dijual, kamu rugi Rp229 ribu. Berbeda halnya apabila kamu membeli emas hari ini, lalu dijual kembali lima tahun kemudian. Oleh sebab itu, emas kerap disebut sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More