Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ma'ruf Amin Minta Distribusi Zakat Tepat Sasaran

Wapres, Ma'ruf Amin buka Munas ke-10 Forum Zakat di Istana Wapres (dok. BPMI Setwapres)
Wapres, Ma'ruf Amin buka Munas ke-10 Forum Zakat di Istana Wapres (dok. BPMI Setwapres)
Intinya sih...
  • Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta regulasi penyaluran zakat diperkuat agar tepat sasaran dan menjawab dinamika kebutuhan masyarakat.
  • Ma'ruf juga meminta penyaluran zakat tidak hanya untuk mengentaskan kemiskinan, tetapi juga memberdayakan mustahik agar berubah menjadi muzaki.
  • Mantan Ketua Umum MUI menekankan pentingnya integrasi OPZ dengan basis data akurat serta sinergisitas pengelolaan zakat nasional dengan agenda pembangunan nasional.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin meminta regulasi penyaluran zakat terus diperkuat sehingga tepat sasaran dan mampu menjawab dinamika kebutuhan masyarakat. Menurut Ma'ruf, zakat sebagai dana sosial syariah punya peran esensial dalam membantu meningkatkan taraf hidup orang tidak mampu atau dalam kategori miskin.

Hal itu disampaikan Ma'ruf ketika membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 Forum Zakat di Istana Wapres, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2024).

"Pastikan penyaluran zakat tepat sasaran dan tepat manfaat dengan basis data yang akurat, utamanya pada program yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan," kata Ma'ruf.

1. Penyaluran zakat juga untuk pemberdayaan mustahik

Ilustrasi Zakat (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi Zakat (IDN Times/Aditya Pratama)

Terkait hal tersebut, Ma'ruf meminta penyaluran zakat tidak hanya untuk mengentaskan kemiskinan mustahik atau penerima zakat. Namun, juga memberdayakan mustahik tersebut agar perlahan berubah menjadi muzaki (pembayar zakat).

"Pendistribusian zakat perlu terus didorong untuk lebih produktif dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi umat seperti pemberian modal usaha mikro dan keci," ujar dia.

2. OPZ terintegrasi dengan basis data akurat

Konferensi Pers BAZNAS RI soal Penetapan besaran Zakat Fitrah tahun 2024 (Dok. BAZNAS RI/baznas.go.id)
Konferensi Pers BAZNAS RI soal Penetapan besaran Zakat Fitrah tahun 2024 (Dok. BAZNAS RI/baznas.go.id)

Selain itu, mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut menekankan pentingnya organisasi pengelola zakat (OPZ) untuk terintegrasi dengan basis data akurat.

Hal itu agar penyaluran atau distribusi zakat bisa tetap tetap sasaran dan bermanfaat bagi para penerimanya.

"Manfaatkan data registrasi sosial ekonomi (Regsosek) agar pendistribusian zakat lebih dapat tepat sasaran," kata Ma'ruf.

3. Penyelarasan pengelolaan zakat dengan agenda pembangunan nasional

Munas ke-10 Forum Zakat diselenggarakan pada 16 Juli 2024 (dok. BPMI Setwapres)
Munas ke-10 Forum Zakat diselenggarakan pada 16 Juli 2024 (dok. BPMI Setwapres)

Ma'ruf menginstruksikan agar sinergisitas dan keselarasan pengelolaan zakat nasional dengan agenda pembangunan nasional terus dipertahankan, demi menjamin keberlanjutannya.

"Saya minta seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam penyusunan strategi pengelolaan zakat nasional," kata Ma'ruf.

Munas ke-10 Forum Zakat merupakan agenda rutin setiap tiga tahun untuk pemilihan ketua umum periode baru. Forum Zakat sebagai asosiasi lembaga pengelola zakat, mengumpulkan Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dari seluruh Indonesia.

Forum ini menegaskan komitmen Indonesia dalam mengembangkan zakat sebagai instrumen yang bermanfaat secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat luas. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, OPZ, dan sektor swasta, zakat diharapkan dapat semakin berperan dalam mengurangi ketimpangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan bersama.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ridwan Aji Pitoko
EditorRidwan Aji Pitoko
Follow Us

Latest in Business

See More

4 Tren Investasi di Awal Tahun yang Bisa Jadi Peluang Besar

07 Jan 2026, 01:10 WIBBusiness