Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mangkrak Bertahun-tahun, Izin Blok Migas di Papua Terancam Dicabut

Ilustrasi hulu migas (Dok. SKK Migas)
Ilustrasi hulu migas (Dok. SKK Migas)
Intinya sih...
  • Pemerintah akan ambil alih WK Migas Mogoi di Papua Barat karena proyek mangkrak
  • Proyek tersebut mampu memproduksi 40 juta kaki kubik gas per hari
  • Pengembangan WK Mogoi dapat dibangun dalam waktu sekitar satu tahun dan siap produksi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah akan mencabut dan mengambil alih Wilayah Kerja (WK) Migas Mogoi di Papua Barat.

Blok tersebut saat tersebut dimiliki oleh Pertamina dan dikelola melalui kerja sama operasi (KSO) dengan PT Petro Papua Mogoi Wasian.

"Ini akan dicabut, diambil alih," kata Bahlil saat ditemui di Kilang LNG Tangguh, Papua Barat, dikutip Kamis (12/6/2025).

1. Pemerintah mau ambil alih karena proyek mandek

VideoCapture_20250605-152346.jpg
Menteri ESDM, Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (5/6/2025). (IDN Times/Trio Hamdani)

Bahlil menuturkan keberadaan proyek Mogoi yang mangkrak diketahui saat dia melakukan peninjauan udara dalam rangka kunjungan kerja ke Fakfak dan Teluk Bintuni di Papua Barat.

Dari udara, dia melihat salah satu blok migas yang tidak menunjukkan aktivitas. Setelah dikonfirmasi, proyek tersebut merupakan WK Mogoi milik Pertamina yang dikerjakan bersama mitra swasta.

"Mogoi ini punya Pertamina tapi kerja sama dengan orang yang pengusahanya yang nggak selesai-selesai sampai sekarang," ungkapnya.

2. Mampu memproduksi 40 juta kaki kubik gas per hari

Phe onwj
Ilustrasi migas. (dok. Pertamina)

Bahlil menambahkan, pemerintah berencana mempercepat pengembangan WK Mogoi. Lokasi tersebut dinilai memiliki potensi produksi gas minimal sebesar 40 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

"Di situ kita akan cepat memproduksi minimal mendapat 40 MMSCFD," ujar mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu.

3. Siap produksi dalam waktu sekitar satu tahun

VideoCapture_20250611-161101.jpg
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kilang LNG Tangguh, Papua Barat, Rabu (11/6/2025). (IDN Times/Trio Hamdani)

Bahlil menyebut pengembangan WK Mogoi dapat dibangun dengan estimasi waktu konstruksi sekitar satu tahun. Setelah itu, produksi gas ditargetkan bisa langsung berjalan.

"Itu bisa kita lakukan kurang lebih satu tahun konstruksi kemudian langsung produksi. Tadi saya memastikan semuanya ini bisa berjalan," tambahnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us