Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Sektor Ekonomi Stabil untuk Investasi Jangka Panjang

4 Sektor Ekonomi Stabil untuk Investasi Jangka Panjang
ilustrasi saham (pexels.com/Jakub Zerdzicki)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti pentingnya memilih sektor ekonomi yang stabil untuk menjaga nilai investasi jangka panjang di tengah ketidakpastian pasar.
  • Empat sektor yang dianggap tahan terhadap fluktuasi adalah konsumsi primer, kesehatan, utilitas, dan telekomunikasi karena permintaannya cenderung konsisten.
  • Pemilihan sektor-sektor stabil ini membantu investor membangun portofolio seimbang serta mengurangi risiko saat terjadi gejolak ekonomi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dalam dunia investasi, memilih sektor ekonomi yang relatif stabil ternyata merupakan langkah penting untuk memastikan nilai aset dalam jangka panjang. Sektor yang memiliki permintaan konsisten biasanya bisa bertahan ketika terjadi pelambatan ekonomi atau bahkan gejolak pasar yang sulit ditentukan.

Walau memang tidak ada investasi yang sepenuhnya bebas risiko, namun ada beberapa sektor yang dikenal memiliki daya tahan yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan sektor yang bersifat siklikal. Simaklah beberapa sektor ekonomi berikut ini yang dikenal stabil untuk investasi jangka panjang, sehingga bisa menyusun portofolio yang lebih seimbang.

1. Sektor konsumsi primer

ilustrasi sektor konsumsi primer
ilustrasi sektor konsumsi primer (pexels.com/Pixabay)

Sektor konsumsi primer pada umumnya mencakup perusahaan yang memproduksi kebutuhan pokok seperti minuman, makanan, hingga produk rumah tangga untuk keperluan sehari-hari. Permintaan terhadap produk ini biasanya akan lebih stabil karena masyarakat tetap memerlukan terlepas dari kondisi ekonomi yang dialami.

Pada saat terjadi krisis atau perlambatan, maka pengeluaran terhadap kebutuhan dasar biasanya akan terus berjalan walau terjadi penyesuaian gaya hidup. Stabilitas permintaan itulah yang akan membuat sektor konsumsi primer jauh lebih tahan terhadap risiko fluktuasi pasar.

2. Sektor kesehatan

ilustrasi alat kesehatan
ilustrasi alat kesehatan (unsplash.com/Mufid Majnun)

Sektor kesehatan yang meliputi farmasi, layanan medis, hingga produsen alat kesehatan tentu akan selalu dibutuhkan secara berkelanjutan. Kebutuhan layanan kesehatan tidak bisa ditunda dalam jangka panjang, sehingga wajar apabila permintaannya cenderung konsisten.

Perkembangan teknologi medis dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan juga mendukung adanya pertumbuhan pada sektor ini. Dengan landasan kebutuhan yang kuat, maka sektor kesehatan kerap dianggap defensif dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu.

3. Sektor utilitas

ilustrasi sektor utilitas
ilustrasi sektor utilitas (pexels.com/Enric Cruz López)

Sektor utilitas mencakup pelayanan penting seperti kebutuhan air bersih, listrik, dan distribusi energi yang kerap digunakan setiap hari. Pelayanan ini bersifat mendasar dan tidak mudah diganti, sehingga permintaannya relatif lebih stabil.

Perusahaan utilitas biasanya memiliki model bisnis jangka panjang dengan pendapatan yang cukup bisa diprediksi. Karakteristik yang ada dapat membuat sektor ini kerap dipilih oleh para investor yang memang lebih mengutamakan pada kestabilan dibandingkan dengan pertumbuhan yang agresif.

4. Sektor telekomunikasi

ilustrasi telekomunikasi (unsplash.com/Mario Caruso)
ilustrasi telekomunikasi (unsplash.com/Mario Caruso)

Sektor telekomunikasi ternyata menyediakan adanya layanan komunikasi dan akses internet yang menjadi bagian penting dalam kehidupan modern. Kebutuhan akan konektivitas terus mengalami peningkatan seiring dengan digitalisasi berbagai aktivitas masyarakat.

Dalam berbagai kondisi ekonomi penggunaan layanan komunikasi terus berjalan karena mendukung adanya pendidikan, pekerjaan, hingga interaksi sosial. Stabilitas permintaan dan potensi pertumbuhan jangka panjang menjadikan sektor ini dianggap menarik untuk investasi defensif.

Memilih sektor ekonomi yang relatif stabil bisa membantu investor untuk memastikan keseimbangan portofolio dan meminimalisir risiko gejolak pasar. Justru dengan mempertimbangkan berbagai sektor yang dianggap stabil, maka bisa memastikan investasi jangka panjang terkelola dengan lebih bijak dan terarah. Mana sektor yang paling menarik perhatianmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More