Uji coba program makan bergizi gratis (MBG) di SD Tugu, Jebres, Solo. (IDN Times/Larasati Rey)
Sudaryono mengatakan, selama ini pemerintah telah memberikan insentif kepada daerah yang berhasil mencapai sejumlah indikator pembangunan. Salah satunya, daerah dengan kinerja pengendalian inflasi terbaik di wilayahnya. Sebagai contoh, pemerintah memberikan insentif sekitar Rp2 miliar hingga Rp3 miliar kepada daerah yang berhasil mencatatkan tingkat inflasi terbaik di satu wilayah.
"Misalnya daerah dengan tingkat inflasi yang terbaik di satu region, itu nanti juaranya dikasih insentif Rp2-3 miliar gitu, jadi, Rp1 triliun itu jumlah semua, MBG tahun depan itu menjadi salah satu parameternya," ujar dia.
Dengan demikian, alokasi Rp1 triliun tersebut merupakan akumulasi insentif untuk berbagai indikator yang telah berjalan. Adapun MBG akan menjadi salah satu kriteria tambahan dalam penilaian mulai tahun depan.
Meski demikian, parameter pemberian insentif tetap menganut peraturan dari Kemendagri, di antaranya tingkat inflasi, penurunan tingkat pengangguran, atau penurunan tingkat kemiskinan.
"Nah, ada satu lagi indikator, yaitu bagaimana ini yang sedang kami definisikan (susun) dengan BGN, indikatornya apa? Indikatornya apakah penurunan angka stunting, atau indikatornya apa? Keberhasilan dari pelayanan MBG misalnya, atau apa, ini yang sedang kita siapkan, jadi, Rp1 triliun itu bukan hanya khusus untuk MBG, melainkan menambah kriteria baru, menambahkan yang selama ini sudah jalan," ujar Sudaryono.