Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mekaarpreneur Berdayakan Ibu-Ibu Prasejahtera Hingga Juara Nasional
Salah satu pemenang Mekaarpreneur, program inkubasi bisnis selama 3 bulan dari PNM yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha nasabah ultra mikro. (dok. PNM)
  • PNM melalui program Mekaarpreneur berkolaborasi dengan Institut Bisnis Asia Malang untuk meningkatkan kapasitas usaha nasabah ultra mikro lewat pelatihan, pendampingan, dan adaptasi digital selama tiga bulan.
  • Kegiatan Demo Day Mekaarpreneur 2026 menjadi puncak inkubasi yang menyeleksi 60 peserta dari berbagai daerah hingga tersaring 16 finalis terbaik yang berkompetisi menunjukkan hasil pengembangan usahanya.
  • Sebanyak delapan ibu tangguh berhasil meraih gelar juara dan menerima apresiasi berupa modal usaha jutaan rupiah sebagai dukungan untuk memperluas pasar serta mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kegiatan Demo Day Penjurian Mekaarpreneur 2026 digelar sebagai puncak program inkubasi bisnis PNM untuk meningkatkan kapasitas usaha nasabah ultra mikro melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan pemanfaatan teknologi digital.
  • Who?
    Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Lembaga Inkubator Institut Bisnis Asia Malang, dengan peserta para nasabah Mekaar dari berbagai wilayah serta pemenang utama Amaliyah Sholihah dan delapan ibu-ibu prasejahtera lainnya.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Jakarta dengan peserta berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Serang, dan Sukabumi yang mengikuti tahap akhir kompetisi Mekaarpreneur 2026.
  • When?
    Demo Day Penjurian dilaksanakan pada 21 April 2026 setelah rangkaian inkubasi tiga bulan yang dimulai sejak Januari 2026 dalam program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PNM.
  • Why?
    Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan manajerial dan literasi keuangan nasabah ultra mikro agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan serta bersaing di pasar melalui pemanfaatan teknologi digital.
  • How?
    Peningkatan kapasitas dilakukan melalui seleksi peserta, pelatihan intensif selama tiga bulan, pendampingan
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times Peningkatan kapasitas usaha menjadi faktor krusial bagi pengusaha ultra mikro dalam menghadapi persaingan bisnis di sektor akar rumput, terutama di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku pasar. Penguatan literasi keuangan, kemampuan manajerial, serta adaptasi digital menjadi kebutuhan utama agar usaha dapat tumbuh berkelanjutan dan memiliki daya saing yang menjual. 

Menjawab kebutuhan tersebut, Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) berkolaborasi dengan Lembaga Inkubator Institut Bisnis Asia Malang menyelenggarakan kegiatan Demo Day Penjurian Mekaarpreneur 2026 dengan tujuan menaikan kelas nasabah binaan terbaik PNM.

1. Mekaarpreneur dorong potensi usaha nasabah

PNM membangun ekosistem usaha di tingkat akar rumput hingga berhasil membentuk 1.024 klasterisasi usaha bagi nasabahnya di seluruh Indonesia. (dok. PNM)

Mekaarpreneur merupakan program inkubasi bisnis selama 3 bulan dari PNM yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha nasabah ultra mikro melalui pendampingan, pelatihan, dan penguatan pemanfaatan teknologi digital. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan nasabah. 

Program ini sebelumnya juga telah dilaksanakan di berbagai wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Melalui pendekatan ini, PNM mendorong nasabah untuk mengembangkan potensi usaha secara lebih terarah, meningkatkan kemampuan pengelolaan bisnis, serta memanfaatkan platform digital guna memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk.

Kegiatan Demo Day yang menjadi puncak program ini merupakan hasil dari rangkaian inkubasi yang telah berlangsung sejak Januari 2026. Sebelumnya, PNM melakukan seleksi terhadap 60 nasabah Mekaar terpilih dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Serang, dan Sukabumi, hingga akhirnya tersaring menjadi 16 peserta terbaik yang berkompetisi di tahap akhir.

2. Kesempatan yang sama bagi semua nasabah PNM

ilustrasi PNM memberdayakan perempuan-perempuan di Indonesia (dok. PNM)

Amaliyah Sholihah, pemenang Juara 1 Mekaarprenuer mengungkapkan kebahagiaan serta rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan terhadapnya. “Ya Allah mimpi apa saya cuma ibu-ibu dasteran dari Serang yang ngolah sampah bisa menang juara 1, ini sangat bermakna buat saya,” ujar Amaliyah.

Direktur Bisnis PNM, Kindaris mengungkapkan “PNM tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga memastikan nasabah memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital serta dengan adanya kegiatan ini mampu mengembangkan pemasaran usaha nasabah dapat bersaing dan siap ekspor,” ujar Kindaris pada keterangannya, (21/4).

3. Ada 8 ibu tangguh penyandang gelar juara

Partisipasi nasabah PNM dalam Inacraft 2025. (dok. PNM)

Tak hanya Amaliyah, 8 ibu-ibu tangguh lainnya juga mendapat gelar juara yakni Yuliana Rosita, Sri Haryanti, dan Dahlia N. Simanungkal berhasil meraih Juara 1, 2, dan 3 dari nasabah Jakarta & Bekasi. Sementara itu, di wilayah Bogor, Depok & Sukabumi, Manih, Dian Kartika, dan Rantiyem menjadi pemenangnya. Adapun wilayah Tangerang & Serang, Amaliyah Sholihah, Eros Rosita, dan Berlina Sari turut menempati posisi Juara 1, 2, dan 3. 

Para pemenang ini mendapatkan apresiasi berupa uang pembinaan modal usaha jutaan rupiah sebagai dukungan untuk mendorong pengembangan usaha mereka ke tahap yang lebih baik. (WEB)

Topics

Editorial Team