Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kisah Mardiana, UMKM Depok yang Tumbuh Bersama PNM Mekaar

Kisah Mardiana, UMKM Depok yang Tumbuh Bersama PNM Mekaar
Mardiana, pelaku UMKM asal Cimanggis, Depok, yang berhasil mengembangkan usaha beras merahnya. (dok. PNM)
Intinya Sih
5W1H
  • Mardiana, pelaku UMKM asal Cimanggis, Depok, berhasil mengembangkan usaha beras merahnya melalui pelatihan yang meningkatkan pemahaman tentang strategi pemasaran, pengemasan, dan penggunaan media sosial.
  • Setelah mengikuti pelatihan PNM Mekaar, Mardiana menciptakan inovasi produk nasi liwet beras merah dan aktif mengikuti bazar hingga dipercaya mengelola kantin di Kantor Kecamatan Cimanggis.
  • Dukungan pembiayaan dari Rp2 juta menjadi Rp7 juta serta pendampingan PNM membantu Mardiana memperluas pasar dan membuktikan pentingnya akses pengetahuan bagi kemajuan UMKM.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pelaku usaha ultra mikro terus menunjukkan kemampuan beradaptasi dan berkembang, salah satunya melalui pemanfaatan pelatihan dan pendampingan usaha. Hal ini tercermin dari kisah Mardiana, pelaku UMKM asal Cimanggis, Depok, yang berhasil mengembangkan usaha beras merahnya.

1. Berawal dari usaha sederhana di dapur rumah

WhatsApp Image 2026-04-17 at 4.07.23 PM.jpeg
Mardiana, pelaku UMKM asal Cimanggis, Depok, yang berhasil mengembangkan usaha beras merahnya. (dok. PNM)

Mardiana memulai usahanya dari skala kecil dengan menjual beras merah. Seiring waktu, ia menyadari bahwa pengembangan usaha tidak hanya bergantung pada modal, tetapi juga pengetahuan.

Melalui berbagai pelatihan, ia mulai memahami pentingnya strategi pemasaran, pengemasan produk, hingga pemanfaatan media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

“Dari pelatihan, saya jadi tahu ternyata jualan itu bukan cuma soal barang, tapi cara kita menawarkan dan mengemasnya,” ungkapnya.

2. Manfaatkan pelatihan untuk ciptakan inovasi produk

Pengusaha ultra mikro, khususnya nasabah PNM Mekaar yang berjualan di PNM Liga Nusantara 2024/2025. (dok. PNM)
Pengusaha ultra mikro, khususnya nasabah PNM Mekaar yang berjualan di PNM Liga Nusantara 2024/2025. (dok. PNM)

Setelah mendapatkan pelatihan dari PNM Mekaar, Mardiana mulai mengembangkan inovasi produk. Ia mengolah beras merah menjadi nasi liwet lengkap dengan lauk, yang memberikan nilai tambah bagi konsumennya.

Selain itu, ia aktif mengikuti berbagai bazar di lingkungan sekitar hingga ke kampus-kampus di Depok dan Jakarta. Strategi ini membuat usahanya semakin dikenal dan memperluas jaringan pelanggan.

Kini, Mardiana juga dipercaya mengelola kantin di Kantor Kecamatan Cimanggis, sekaligus membantu memasarkan produk UMKM lainnya.

3. Akses pembiayaan dan pendampingan dorong usaha naik kelas

Nasabah aktif PNM Mekaar sudah mencapai 15,1 juta nasabah sampai dengan Desember 2023. (dok. PNM)
Nasabah aktif PNM Mekaar sudah mencapai 15,1 juta nasabah sampai dengan Desember 2023. (dok. PNM)

Perkembangan usaha Mardiana tidak lepas dari dukungan pembiayaan dan pendampingan. Dari pinjaman awal Rp2 juta, kini usahanya berkembang dengan pembiayaan hingga Rp7 juta.

Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pelatihan menjadi kunci dalam mendorong UMKM naik kelas.

“Nasabah PNM Mekaar memiliki potensi yang luar biasa, kapasitas usaha mereka perlu ditingkatkan melalui pelatihan dan pendampingan. Dari sana, nasabah bisa menemukan ide-ide baru, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperluas pasar. Inilah yang kami dorong agar mereka benar-benar naik kelas,” ujarnya.

Kisah Mardiana menjadi bukti bahwa akses pengetahuan dan pembiayaan dapat membuka peluang baru, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya. (WEB)

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ridho Fauzan
EditorRidho Fauzan
Follow Us

Latest in Business

See More