Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara saat jumpa pers di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Tito juga menyampaikan pembahasan mengenai pemberian insentif fiskal kepada pemerintah daerah. Menurutnya, skema tersebut dapat menciptakan persaingan positif antarkepala daerah untuk meningkatkan kinerja pembangunan.
Ia mengatakan, pada tahun sebelumnya Kementerian Keuangan memberikan dana insentif yang kemudian dititipkan kepada Kemendagri, untuk diberikan kepada daerah berdasarkan sejumlah kategori.
“Untuk membuat iklim kompetitif antar-kepala daerah dengan berbagai kategori (yaitu) pengendalian inflasi, pertumbuhan ekonomi, realisasi belanja, kemudian pengangguran, kemiskinan, dan lain-lain, sehingga membuat iklim yang kompetitif antarkepala daerah untuk berprestasi,” ujar Tito.
Setelah menyampaikan sejumlah pembahasan tersebut, Tito menyerahkan penjelasan lebih lanjut kepada Menteri Keuangan, terkait kondisi anggaran dan dukungan pemerintah pusat kepada daerah.
Dalam kesempatan sama, Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, mengatakan pemerintah saat ini masih menyelesaikan berbagai program penanganan bencana yang masuk dalam rencana induk 2026. Program tersebut melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga pemerintah pusat.
Menurut Suahasil, pemerintah tidak hanya harus memastikan penyelesaian program pada 2026, tetapi juga menyiapkan kelanjutan pembiayaannya pada 2027 dan 2028.
“Karena kalau sudah dimulai di 2026, harus bisa dilanjutkan 2027 dan diselesaikan di 2028. Tidak boleh ada pekerjaan yang menggantung atau nanti malah tidak selesai,” kata Suahasil.
Ia mengatakan, pembahasan anggaran 2027 dilakukan pada momentum yang tepat, karena kementerian dan lembaga sedang menyelesaikan rincian anggaran yang akan digunakan tahun depan.
APBN 2027 juga telah ditetapkan DPR, termasuk pagu masing-masing kementerian dan lembaga. Suahasil memastikan program penanganan bencana yang sudah dimulai pada 2026, menjadi salah satu prioritas yang perlu dilanjutkan.
“Karena itu kita pastikan anggarannya ada, dan anggaran yang telah ditetapkan oleh APBN 2027 digunakan prioritasnya salah satunya adalah untuk kegiatan ini,” ujarnya.