Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Live Shopping Tetap Jadi Strategi Menarik bagi Pebisnis?
ilustrasi live shopping (pexels.com/Miriam Alonso)
  • Live shopping mendorong pembelian lebih cepat lewat promo dan interaksi langsung.

  • Live shopping membantu memperkenalkan brand sekaligus membangun kepercayaan pelanggan.

  • Interaksi selama siaran membantu bisnis memahami kebutuhan dan keraguan konsumen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belanja daring kini bukan lagi sekadar kegiatan mencari produk, membaca deskripsi, lalu memasukkannya ke keranjang. Konsumen juga ingin melihat produk secara langsung, bertanya kepada penjual, hingga mendapatkan rekomendasi sebelum akhirnya memutuskan membeli. Perubahan kebiasaan inilah yang membuat live shopping semakin menarik bagi pemilik bisnis.

Live shopping atau livestream shopping menggabungkan siaran video secara langsung dengan aktivitas jual beli. Dalam satu sesi, penjual bisa memperkenalkan produk, menunjukkan cara penggunaannya, menjawab pertanyaan penonton, sekaligus menawarkan promo yang dapat langsung dibeli. Berbeda dari konten promosi biasa, format ini membuat proses belanja terasa lebih interaktif dan personal. Lantas, kenapa live shopping menguntungkan bagi pebisnis? Berikut beberapa alasannya.

1. Mendorong pembelian lebih cepat

ilustrasi live shopping (unsplash.com/Videodeck .co)

Salah satu kekuatan utama live shopping ialah kemampuannya menciptakan rasa urgensi. Pebisnis bisa menawarkan diskon khusus selama siaran berlangsung, stok terbatas, flash sale, atau produk eksklusif yang hanya tersedia pada waktu tertentu. Situasi tersebut membuat calon pembeli merasa harus segera mengambil keputusan, apalagi ketika penonton juga bisa melihat orang lain membeli produk secara real-time. Kombinasi antara promo terbatas, interaksi langsung, dan suasana ramai dapat mendorong pembelian yang sebelumnya mungkin masih ditunda. Penawaran dengan batas waktu dan interaksi dengan sesama penonton dapat meningkatkan rasa urgensi sekaligus mendorong pembelian impulsif.

2. Menjadi cara untuk memperkenalkan brand

ilustrasi live shopping (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Live shopping juga bisa menjadi kesempatan bagi bisnis untuk meningkatkan kesadaran merek (brand awareness), terlebih jika kompetitor belum memanfaatkan format ini secara maksimal. Melalui livestream, pebisnis tidak harus terus-menerus membicarakan harga dan promo. Mereka bisa menceritakan bagaimana produk dibuat, menjelaskan manfaatnya, menunjukkan cara penggunaannya, atau sekadar berbagi cerita di balik bisnis.

Konten yang menarik dapat membuat penonton datang bukan hanya karena ingin membeli, melainkan juga karena memang menikmati interaksi selama livestream. Jika pengalaman tersebut berkesan, mereka berpotensi kembali menonton live berikutnya. Tak jarang, pembeli yang puas kemudian merekomendasikan brand kepada orang lain.

3. Mengurangi keraguan sebelum membeli

ilustrasi live shopping (pexels.com/Miriam Alonso)

Salah satu masalah dalam belanja daring ialah calon pembeli tidak bisa melihat atau mencoba produk secara langsung. Akibatnya, mereka mungkin masih memiliki banyak pertanyaan sebelum checkout. Apakah ukurannya sesuai? Bagaimana warna aslinya? Apakah bahannya terlihat bagus? Bagaimana cara menggunakannya?

Live shopping memungkinkan pebisnis menjawab pertanyaan tersebut secara langsung. Host juga bisa menunjukkan detail produk dari berbagai sisi, melakukan demonstrasi, atau memberikan contoh penggunaan sehingga calon pembeli mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Dengan informasi yang lebih lengkap, konsumen dapat membuat keputusan berdasarkan pemahaman yang lebih baik, bukan hanya karena melihat foto produk di marketplace.

4. Memberikan pengalaman belanja yang lebih menarik

ilustrasi live shopping (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Ada alasan mengapa orang betah menonton livestream meski awalnya tidak berniat membeli. Formatnya terasa seperti hiburan sekaligus aktivitas belanja. Host dapat membuat suasana lebih santai dengan bercerita, bercanda, menjawab komentar, atau mengajak penonton memilih produk tertentu. Sementara itu, produk tetap diperkenalkan secara natural di tengah percakapan. Pengalaman seperti ini membuat proses jual beli tidak terasa seperti melihat iklan terus-menerus. Bagi bisnis, semakin lama dan semakin aktif audiens berinteraksi, semakin besar pula kesempatan mereka untuk mengenal produk dan brand.

5. Membantu bisnis memahami kebutuhan pelanggan

ilustrasi belanja daring (freepik.com/freepik)

Keuntungan live shopping bukan hanya soal penjualan yang terjadi selama siaran. Kolom komentar juga dapat menjadi sumber informasi yang berharga bagi pebisnis. Pertanyaan yang paling sering muncul bisa menunjukkan bagian mana dari produk yang masih membingungkan pelanggan. Komentar tentang harga, ukuran, warna, fitur, atau cara penggunaan juga dapat membantu bisnis memahami apa yang sebenarnya dipertimbangkan konsumen sebelum membeli. Data dan percakapan tersebut kemudian bisa digunakan untuk memperbaiki cara menjelaskan produk, membuat konten berikutnya, atau bahkan mengembangkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.

Intinya, live shopping membantu pebisnis menjual lebih cepat dengan cara membangun interaksi dan kepercayaan pelanggan. Dengan strategi yang tepat, livestream bisa menjadi cara efektif untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperkuat brand. Apa kamu mau memulai promosimu dengan cara ini juga?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article