Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menkes Tawarkan Proyek Industri Kesehatan ke Danantara

Menkes Tawarkan Proyek Industri Kesehatan ke Danantara
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jakarta, Rabu (24/6/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
  • Menkes Budi Gunadi Sadikin menawarkan proyek investasi baru di sektor industri kesehatan kepada Danantara yang memiliki dana besar untuk memperkuat pengembangan industri nasional.
  • Daftar proyek investasi telah disiapkan dan dibagikan ke Kadin serta pihak terkait, disusun bersama World Bank dalam bentuk buku panduan khusus tanpa rincian detail proyek.
  • Danantara tengah menjajaki pendanaan pada proyek pabrik fraksionasi plasma di Karawang berkapasitas 600 ribu liter per tahun yang digarap bersama INA dan SK Group Korea Selatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana menawarkan proyek investasi baru di sektor industri kesehatan kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan Danantara memiliki ketersediaan dana besar dapat dialokasikan untuk investasi, sehingga memberikan kesempatan besar bagi pengembangan industri kesehatan nasional.

"Kita akan membuka proyek-proyek investasi baru ke Danantara juga. Karena Danantara kan punya banyak dana yang dia mau bisa taruh kan. Nah, kesempatannya untuk develop industri kesehatan itu besar," katanya kepada jurnalis di Kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jakarta, Rabu (24/6/2026).

1. Sudah ada daftar proyek yang siap ditawarkan

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jakarta, Rabu (24/6/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Terkait rincian proyek investasi yang akan ditawarkan, Budi mengatakan daftar proyek tersebut sudah tersedia. Dokumen perencanaan proyek tersebut telah dibagikan kepada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta pihak-pihak terkait lainnya.

Daftar proyek tersebut disusun dalam bentuk buku panduan khusus yang pengerjaannya dilakukan secara kolaboratif bersama World Bank (Bank Dunia) dan Kadin. Namun, dia tak merinci detail proyeknya.

"Udah, udah di-share dengan Kadin, segala macam. Itu ada bukunya tuh khusus, dibikin dengan World Bank dan Kadin," ujarnya.

2. Danantara disebut jajaki masuk ke proyek pabrik plasma di Karawang

IMG_1873.jpeg
SKPlasma Core Indonesia (IDN Times/Misrohatun)

Selain proyek baru, investasi pada sektor fraksionasi plasma yang saat ini telah berjalan melalui Indonesia Investment Authority (INA) juga akan disinergikan. Saat ini, struktur INA telah terhubung dan bersinergi dengan Danantara.

Bentuk sinergi tersebut membuka peluang bagi Danantara yang saat ini sedang berada dalam tahap diskusi untuk ikut masuk memberikan pendanaan pada proyek tersebut.

Investasi plasma yang dimaksud bertempat pada proyek pembangunan fasilitas produksi atau pabrik fraksionasi milik PT SK Plasma Core Indonesia yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.

"Nah, sekarang kan INA strukturnya bersinergi dengan Danantara ya. Jadi Danantara sekarang dalam diskusi untuk masuk ke sana," kata Budi.

3. Pabrik di Karawang punya kapasitas 600 ribu liter plasma

SKPlasma Core Indonesia
SKPlasma Core Indonesia (IDN Times/Misrohatun)

Proyek fraksionasi plasma di Karawang berakar dari kerja sama yang dijalin sejak akhir 2024. INA bersama SK Plasma, anak perusahaan dari konglomerat Korea Selatan, SK Group sepakat menandatangani perjanjian investasi untuk membangun fasilitas fraksionasi plasma pertama di Indonesia.

Pabrik yang dirancang sebagai fasilitas terbesar di Asia Tenggara itu memiliki kapasitas pengolahan hingga 600 ribu liter plasma per tahun guna memproduksi Produk Obat Derivat Plasma (PODP) secara mandiri.

Selain memproduksi obat kritis dengan harga lebih terjangkau, proyek itu sejak awal ditargetkan mampu mengonversi 200 ribu liter plasma darah domestik yang sebelumnya terbuang, sekaligus membuka lapangan kerja dan melatih tenaga medis lokal sejak dimulainya fase konstruksi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More