Kemenkes: Sebagian Besar Penyakit Lansia Bisa Dicegah Sejak Usia Muda

- Kemenkes menegaskan sebagian besar penyakit lansia seperti hipertensi dan diabetes bisa dicegah sejak muda lewat pola hidup sehat, aktivitas fisik rutin, dan pemeriksaan kesehatan berkala.
- Hasil pemeriksaan terhadap 6,8 juta lansia menunjukkan 95 persen kurang aktivitas fisik, 58 persen memiliki tekanan darah tinggi, dan 51 persen mengalami kelebihan berat badan.
- Pemerintah memperkuat layanan kesehatan ramah lansia dengan memperluas puskesmas berkonsep Integrasi Layanan Primer serta mengembangkan sistem perawatan jangka panjang berbasis keluarga dan komunitas.
Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, mengatakan, sebagian besar penyakit yang dialami lanjut usia (lansia) sebenarnya dapat dicegah melalui pola hidup sehat sejak usia muda.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lansia yang sehat, aktif, mandiri, dan bermartabat, melalui Indonesia Active Ageing Summit 2026 yang menjadi puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30, Jumat (12/6/2026).
Menurut Benjamin, upaya menjaga kesehatan di masa lansia perlu dimulai sejak usia produktif untuk mengurangi risiko penyakit tidak menular saat memasuki usia lanjut.
Table of Content
1. Banyak penyakit lansia berawal dari hipertensi dan diabetes

Benjamin mengatakan, hipertensi dan diabetes menjadi tantangan besar bagi kesehatan lansia. Menurut dia, banyak kasus stroke dan gagal ginjal yang sebenarnya berawal dari kedua penyakit tersebut.
“Banyak kasus stroke dan gagal ginjal sebenarnya berawal dari hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol. Karena itu, upaya menjaga kesehatan harus dimulai sejak usia produktif melalui pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin,” kata Benjamin dikutip dari siaran pers, Minggu (14/6/2026).
2. Sebanyak 95 persen lansia masih kurang aktivitas fisik

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sekitar 6,8 juta lansia, menunjukkan sebanyak 95 persen lansia masih kurang melakukan aktivitas fisik.
Benjamin menekankan aktivitas fisik penting untuk menjaga fungsi organ tubuh, memperbaiki sirkulasi darah, dan mempertahankan kemandirian lansia.
Dia juga mendorong masyarakat untuk menjaga kebugaran fisik melalui aktivitas sederhana, seperti berjalan kaki atau berolahraga rutin.
3. Lebih dari separuh lansia memiliki tekanan darah di atas normal

Selain kurang aktivitas fisik, data hasil pemeriksaan kesehatan tersebut juga menunjukkan sebanyak 58 persen lansia memiliki tekanan darah di atas normal.
Data tersebut menunjukkan masih tingginya faktor risiko penyakit tidak menular pada kelompok usia lanjut yang perlu mendapat perhatian.
4. Separuh lansia mengalami kelebihan berat badan

Kemenkes RI juga mencatat sebanyak 51 persen lansia mengalami kelebihan berat badan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 6,8 juta lansia.
Menurut Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, temuan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk terus memperkuat promosi kesehatan dan pencegahan penyakit pada usia lanjut.
“Data ini menunjukkan bahwa upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit harus terus diperkuat agar lansia Indonesia dapat tetap sehat, aktif, dan mandiri,” ucap Endang.
5. Kemenkes perkuat layanan kesehatan dan perawatan jangka panjang bagi lansia

Selain mendorong penerapan pola hidup sehat, pemerintah juga memperkuat sistem perawatan jangka panjang (long-term care) berbasis keluarga dan komunitas.
Pendekatan tersebut dinilai penting, seiring meningkatnya jumlah lansia yang membutuhkan pendampingan dan perawatan di rumah.
Kemenkes RI juga terus memperluas layanan kesehatan ramah lansia melalui transformasi layanan primer.
Hingga saat ini, sebanyak 8.911 puskesmas telah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang melayani seluruh siklus hidup termasuk kelompok lansia, 9.013 puskesmas menyelenggarakan layanan perawatan jangka panjang, dan 7.887 puskesmas telah menjadi puskesmas ramah lansia.


















