Merdeka Gold Resources Dikabarkan Bakal Listing di Bursa Hong Kong

- MGR merekrut bank investasi untuk rencana IPO di Bursa Hong Kong
- Keputusan perseroan mencatatkan saham di Hong Kong sejalan dengan kenaikan harga emas
- Jika terlaksana, ini akan menjadi kesepakatan langka perusahaan non-China debut di pusat keuangan Asia
Jakarta, IDN Times - Emiten sektor pertambangan, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) atau MGR dikabarkan merekrut bank investasi guna menangani rencana perseroan melakukan pencatatan (listing) saham di Bursa Hong Kong.
Mengutip The Business Times, sumber yang mengetahui rencana itu mengatakan, keputusan perseroan mencatatkan saham di Hong Kong sejalan dengan kenaikan harga emas yang mencapai level tertinggi baru.
Sumber-sumber yang tidak ingin disebutkan identitasnya juga menyebut EMAS tengah bekerja sama dengan Citic Securities, Morgan Stanley, dan UBS Group dalam upaya penjualan saham tersebut.
1. Masih dalam tahap diskusi

Adapun pembahasan terkait besaran saham dan waktu kesepakatan untuk saat ini disebut masih dalam tahap diskusi. Meski begitu, MGR, Citic Securities, Morgan Stanley, dan UBS Group sama-sama enggan berkomentar terkait rumor IPO EMAS di Bursa Hong Kong.
Jika transaksi terlaksana, ini akan menjadi kesepakatan langka yang menampilkan perusahaan non-China melakukan debut di pusat keuangan Asia. Sebelumnya pada 2023, Hong Kong Exchanges & Clearing menjalin perjanjian kerja sama dengan BEI untuk menjajaki pencatatan saham lintas batas di kedua pasar tersebut.
2. EMAS IPO di BEI tahun lalu

Adapun EMAS, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan saham perdananya di BEI pada September 2025. MGR jadi perusahaan tercatat ke-23 sepanjang 2025 dan jadi yang ke-955 terdaftar di BEI saat ini.
Dalam penawaran umum perdana saham atau IPO, MGR melepas 1,62 miliar saham baru atau setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp2.880 per saham. Dengan demikian, MGR berhasil menghimpun dana IPO sebesar Rp4,66 triliun.
Dana hasil IPO dialokasikan untuk modal kerja anak perusahaan MGR yang bergerak di bidang penambangan dan pengolahan emas. Selain itu, untuk pembayaran sebagian pinjaman.
3. Harga saham EMAS melonjak lebih dari dua kali lipat sejak IPO

Sementara itu, saham perseroan telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak IPO. Harga saham EMAS pada penutupan perdagangan Jumat (23/1) berada di level Rp6.175 per saham, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp99,91 triliun.
MGR diketahui mengoperasikan tambang emas di Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Sulawesi dengan cadangan bijih sebesar 190 juta ton yang mengandung sekitar 4,8 juta ons emas.
Tambang yang beroperasi pada 1 Oktober 2025 itu ditargetkan menghasilkan emas perdana pada kuartal I-2026. Adapun potensi produksi puncak hingga 500 ribu ons emas per tahun.

















