Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Warga Denmark Gunakan Aplikasi untuk Boikot Produk AS

Warga Denmark Gunakan Aplikasi untuk Boikot Produk AS
Bendera Denmark (unsplash.com/Mark König)
Intinya sih...
  • Aplikasi UdenUSA puncaki App Store Denmark di tengah boikot produk AS
  • Boikot produk AS dipicu pernyataan Trump soal pembelian Greenland
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Warga Denmark semakin banyak memanfaatkan aplikasi ponsel untuk memboikot produk asal Amerika Serikat (AS). Langkah ini muncul sebagai bentuk kelelahan dan protes terhadap kebijakan Presiden AS, Donald Trump, khususnya terkait ancamannya terhadap Denmark atas isu Greenland.

Aplikasi tersebut memungkinkan pengguna memindai kode barang untuk mengidentifikasi produk impor dari AS dan memberikan rekomendasi alternatif buatan lokal. Gerakan ini dengan cepat mendapat dukungan publik luas di Denmark, mencerminkan meningkatnya ketegangan diplomatik antara Kopenhagen dan Washington.

Table of Content

1. Aplikasi UdenUSA puncaki App Store Denmark di tengah boikot produk AS

1. Aplikasi UdenUSA puncaki App Store Denmark di tengah boikot produk AS

Aplikasi UdenUSA (NonUSA) menempati posisi teratas di App Store Denmark setelah melonjak pesat dari peringkat keenam, bahkan mengungguli aplikasi populer seperti chatbot AI. Aplikasi ini memungkinkan pengguna memindai kode batang (barcode) untuk mengetahui asal negara suatu produk. Barang asal AS ditandai dengan simbol silang merah, sementara alternatif dari negara lain diberi tanda centang hijau.

Salah satu produk yang disorot adalah Diet Coke, minuman favorit Presiden AS Donald Trump, yang menerima tanda silang merah dan disarankan untuk dikembalikan ke rak. Aplikasi serupa bernama Made O’Meter juga tengah naik daun di kawasan Nordik, menempati peringkat kelima setelah mengalami lonjakan pengguna hingga 1.400 persen sejak Trump menyinggung isu Greenland dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) di Davos.

Pengembang UdenUSA, Jonas Pipper mengatakan, aplikasinya dirancang sebagai alat dalam perang dagang konsumen yang membantu warga Denmark menyuarakan ketidaksetujuan terhadap kebijakan AS.

“Kami ingin masyarakat biasa memiliki cara untuk menunjukkan pesan politik mereka melalui pilihan belanja,” ujar Pipper, dilansir Euro News.

2. Boikot produk AS dipicu pernyataan Trump soal pembelian Greenland

Gelombang boikot terhadap produk AS di Denmark dipicu oleh pernyataan Presiden Donald Trump pada awal Januari 2026, yang kembali menyatakan keinginannya membeli Greenland dari Denmark dengan alasan keamanan nasional menghadapi China dan Rusia. Pernyataan itu memicu kemarahan publik di Denmark, yang merasa didominasi secara politis dan ekonomi oleh Washington.

Sebagai bentuk protes, banyak warga beralih menggunakan aplikasi pemindai produk seperti UdenUSA untuk menghindari barang asal AS, termasuk merek populer seperti Coca-Cola yang didistribusikan oleh Carlsberg di Denmark. Gerakan boikot ini juga meluas ke pembatalan perjalanan wisata ke AS serta penghentian langganan layanan streaming seperti Netflix, meski dampak ekonominya relatif kecil mengingat impor makanan asal AS hanya mencakup sekitar 1 persen dari konsumsi Denmark.

Menariknya, kecaman terhadap Trump tidak hanya datang dari publik, tetapi juga dari kalangan politik. Partai Rakyat Denmark yang dikenal pro-Trump pun ikut mengkritik keras. Anggota Parlemen Eropa dari partai tersebut, Anders Vistisen, bahkan mengucapkan kata kasar kepada Trump di Parlemen Eropa, hingga mendapat teguran resmi. Pipper mengatakan, fenomena ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan sikap politik.

“Cukup menarik melihat bagaimana ini membuat warga Denmark biasa bisa menyampaikan pesan ke AS,” ujarnya, dilansir Fortune.

3. Aplikasi boikot jadi sarana ekspresi kemarahan warga terhadap kebijakan Trump

Meski gerakan boikot produk AS di Denmark dinilai sulit diterapkan karena banyak barang asal AS diproduksi secara lokal, aplikasi seperti UdenUSA dan Made O’Meter tetap menjadi sarana penting bagi warga untuk mengekspresikan ketidakpuasan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump. Aplikasi tersebut memberikan transparansi kepada konsumen soal asal produk dan dianggap sebagai saluran simbolis untuk menyuarakan protes publik.

Pencipta Made O’Meter dari perusahaan pemasaran InboundCPH, Ian Rosenfeldt mengatakan, sejak Trump kembali mengangkat isu pembelian Greenland, jumlah unggahan foto produk di versi aplikasi dan peramban telah mencapai sekitar 20 ribu. Sementara itu, UdenUSA tengah disiapkan untuk versi bahasa Jerman dan Inggris serta peluncuran di sistem Android, sedangkan Made O’Meter sudah tersedia lintas platform.

Ekonom dari Danske Bank, Louise Agstrø Hansen menilai dampak boikot terhadap sektor makanan relatif kecil, namun akademisi Pelle Guldborg Hansen dari Roskilde University berpendapat bahwa emosi publik berperan besar.

“Banyak orang merasa marah dan ingin melakukan sesuatu, sekecil apa pun,” ujarnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Daftar Saham Tercuan dan Terboncos Pekan Ini: RMKO Terbang 133 Persen

25 Jan 2026, 17:37 WIBBusiness