Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, harga minyak saat ini telah mencapai 100 dolar AS per barel. Angka itu jauh di atas asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 70 dolar AS per barel.
Bahlil mengungkapkan, rata-rata harga minyak nasional sejak Januari hingga September 2026 berada di kisaran 85-90 dolar AS per barel. Dia menyampaikan kondisi harga tersebut menjadi perhatian pemerintah terkait besarnya subsidi.
"Sekarang sudah mencapai 106 dolar per barel sekarang ini. Rata-rata nasional dari Januari sampai dengan bulan September itu harga kurang lebih sekitar 85 sampai 90 dolar per barel. Di target APBN kita itu 70 dolar per barel. Jadi bayangkan berapa subsidi kita. Putar otak lagi," kata Bahlil dalam acara Universitas Hasanuddin di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (14/9/2026).
