Suahasil Jadi Menkeu Gantikan Purbaya, Ekonom: Posisi yang Tak Mudah

- Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam pelantikan di Istana Kepresidenan Jakarta pada 14 September 2026.
- Ekonom CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai Suahasil menghadapi tugas berat: menyeimbangkan kebutuhan proyek strategis pemerintah dengan kewajiban menjaga defisit dan kesehatan fiskal APBN.
- Faisal menilai pengalaman hampir tujuh tahun Suahasil sebagai Wamenkeu memberi bekal memahami kualitas belanja negara, percepatan pertumbuhan ekonomi, serta arah kebijakan dari dua kepemimpinan sebelumnya.
Jakarta, IDN Times - Pergantian posisi Menteri Keuangan (Menkeu) secara mendadak memicu sorotan. Presiden Prabowo Subianto melantik Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara menjadi Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sore ini, Senin (14/9/2026) di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan, tugas yang diemban Suahasil bukanlah hal yang mudah. Mengingat, gencarnya Prabowo dalam mengeluarkan proyek strategis, namun defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga harus dijaga ketat.
“Ini posisi yang tidak mudah ya saya pikir untuk Pak Sua untuk membuktikan, untuk memberikan balance antara kedua itu,” tutur Faisal saat ditemui di Jakarta.
Meski begitu, Faisal meyakini Suahasil memiliki kompetensi, mengingat pengalamannya sebagai Wamenkeu sudah memasuki hampir tujuh tahun, terhitung sejak 2019.
“Kalau melihat dari pengantinya Pak Sua, yang sudah punya pengalaman juga di Kementerian Keuangan selama ini, ya tahu lah sebetulnya arah yang dituju sebetulnya seperti apa, terutama dari kesehatan fiskalnya,” ucap Faisal.
Dia melihat, Suahasil telah menjalani dua kepemimpinan yang berbeda. Saat menjadi wamenkeu Sri Mulyani Indrawati, Suahasil melihat bagaimana Kemenkeu menjaga kualitas anggaran belanja negara demi menjaga kesehatan postur APBN.
“Tapi kelemahannya dulu jadi arah untuk percepatan pertumbuhan ekonominya jadi kurang,” ujar Faisal.
Sementara saat menjadi wamenkeu Purbaya, Suahasil menurutnya, berada di arah kepemimpinan yang fokus pada implementasi program pemerintah.
“Nah sekarang ini dorong percepatan pertumbuhan ekonomi, tapi kemudian ada masalah dari sisi pertanyaan-pertanyaan kaitannya dengan kualitas ya, daripada spending dan kesehatan fiskalnya ya terutama,” tutur Faisal.



















