Antrean Mengular di SPBU, Bahlil Jamin Stok BBM Aman

- Bahlil Lahadalia membantah antrean SPBU, termasuk di Sulawesi Selatan, terjadi akibat masalah stok BBM.
- Persediaan BBM nasional disebut masih berada di atas standar minimum 20 hari.
- Bahlil menyoroti tangki modifikasi serta kendaraan yang mengantre berulang sebagai kondisi di balik antrean.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) termasuk di Sulawesi Selatan terjadi karena masalah stok bahan bakar minyak (BBM). Dia menegaskan persediaan BBM nasional masih berada di atas standar minimum 20 hari.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil untuk merespons pembahasan mengenai stok BBM yang beredar dalam sebuah podcast (siniar).
"Saya mendengar satu podcast dari senior Makassar. Pintar betul nih senior itu. Dia mengatakan itulah apa namanya lihainya Menteri ESDM yang mengatakan bahwa tidak pernah bicara persediaan tapi selalu bicara harga tidak akan naik. Ini saya bilang ini dia belum baca dia sudah bicara ini orang nih," kata Bahlil dalam acara Universitas Hasanuddin di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (14/9/2026).
1. Bahlil minta informasi soal stok BBM jangan menyesatkan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (14/9/2026). (IDN Times/Trio Hamdani) Bahlil mengatakan pemerintah akan terus menyampaikan kondisi stok BBM nasional. Menurut dia, persediaan BBM saat ini berada di atas standar minimum nasional yang ditetapkan selama 20 hari.
Dia menilai informasi mengenai stok BBM seharusnya disampaikan secara tepat agar tidak menimbulkan pemahaman yang keliru di masyarakat. Bahlil menyinggung pernyataan seorang tokoh senior yang menurutnya belum memahami informasi mengenai kondisi persediaan BBM.
"Jadi maksud saya kita-kita yang sekolah agak bagus ini ya boleh podcast lah tapi juga yang benar lah jangan menjadi sumber abuleke gitu kan bahaya," tuturnya.
2. Bahlil sebut ada tangki modifikasi di balik antrean BBM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam acara Universitas Hasanuddin (Unhas) di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (14/9/2026). (IDN Times/Tino Satrio) Bahlil telah mengecek penyebab antrean BBM di lapangan. Menurut dia, antrean tidak hanya dipengaruhi peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM yang mendapat subsidi. Dia menemukan adanya mobil jenis SUV dan truk yang menggunakan tangki berkapasitas besar untuk mengisi BBM.
"Ada sebagian yang shifting tapi jauh lebih dari itu adalah ada mobil-mobil Pajero, mobil-mobil truk bikin tangki gede, besar sampai 700 liter-1 ton isi minyak di situ," ujar Bahlil.
Mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu meminta kepolisian ikut mengawasi kondisi tersebut. Menurut dia, antrean akan tetap terjadi jika praktik pengisian BBM dalam jumlah besar menggunakan tangki modifikasi terus berlangsung.
"Dalam hati saya ini bagaimana model begini, kalau begini mau tunggu Menteri ESDM dari langit pun akan seperti ini. Ini yang terjadi bos. Bingung kita," tuturnya.
3. Bahlil sebut ada kendaraan yang antre berulang

Penerapan sistem ganjil-genap bagi kendaraan yang mengisi BBM bersubsidi di SPBU, Jalan Sungai Saddang, Makassar, Senin (14/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin Bahlil juga menyebut ada indikasi kendaraan sengaja mengantre meski tangkinya belum kosong. Dia mengatakan ada kendaraan yang mengisi BBM hanya 10 liter, 15 liter, atau 20 liter, tetapi kembali mengantre. Dia mengaku belum mengetahui secara pasti motif di balik pola tersebut.
"Ada beberapa indikasi sengaja motor dan mobil itu antre, tangkinya belum kosong sudah antre, isinya ada yang cuma 15 liter, 10 liter, 20 liter. Saya enggak ngerti apa yang terjadi di sana. Tapi kira-kira itulah faktanya," kata dia.



















