Bahlil Ungkap Modus Tangki Modifikasi di Balik Antrean BBM Makassar

- Bahlil Lahadalia menyebut peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi menjadi salah satu penyebab antrean di Makassar.
- Ia menemukan mobil Pajero dan truk menggunakan tangki besar hingga 700 liter-1 ton untuk mengisi BBM.
- Polda Sulawesi Selatan mengungkap 10 perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi dan menetapkan 17 orang sebagai tersangka.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan terjadi peralihan konsumsi dari bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ke BBM subsidi. Kondisi itu terjadi setelah harga BBM nonsubsidi naik dan menjadi salah satu penyebab antrean BBM di Makassar, Sulawesi Selatan.
"Masalahnya sekarang adalah banyak orang yang awalnya tidak memakai minyak subsidi, BBM subsidi sekarang shifting, pindah ke subsidi. Ini kan harganya melonjak, itulah yang terjadi sebagian di Makassar," kata Bahlil dalam acara Universitas Hasanuddin di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (14/9/2026).
1. Bahlil ungkap ada mobil dengan tangki modifikasi

Ilustrasi SPBU Pertamina. (dok. Pertamina Retail) Bahlil telah mengecek penyebab antrean BBM di Makassar. Menurut dia, kondisi tersebut tidak hanya dipicu peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Dia menemukan adanya mobil Pajero dan truk yang menggunakan tangki berkapasitas besar untuk mengisi BBM.
"Ada sebagian yang shifting tapi jauh lebih dari itu adalah ada mobil-mobil Pajero, mobil-mobil truk bikin tangki gede, besar sampai 700 liter-1 ton isi minyak di situ," ujar Bahlil.
Mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu meminta kepolisian ikut mengawasi kondisi tersebut. Menurut dia, antrean akan tetap terjadi jika praktik pengisian BBM dalam jumlah besar menggunakan tangki modifikasi terus berlangsung.
"Dalam hati saya ini bagaimana model begini, kalau begini mau tunggu Menteri ESDM dari langit pun akan seperti ini. Ini yang terjadi bos. Bingung kita," tuturnya.
2. Bahlil sebut ada kendaraan yang antre berulang

SPBU di Jalan AP Pettarani Makassar, Sabtu (12/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin Bahlil juga menyebut ada indikasi kendaraan sengaja mengantre meski tangkinya belum kosong. Dia mengatakan ada kendaraan yang mengisi BBM hanya 10 liter, 15 liter, atau 20 liter, tetapi kembali mengantre. Dia mengaku belum mengetahui secara pasti motif di balik pola tersebut.
"Ada beberapa indikasi sengaja motor dan mobil itu antre, tangkinya belum kosong sudah antre, isinya ada yang cuma 15 liter, 10 liter, 20 liter. Saya enggak ngerti apa yang terjadi di sana. Tapi kira-kira itulah faktanya," kata dia.
3. Polisi ungkap 10 kasus penyalahgunaan BBM subsidi

Penerapan sistem ganjil-genap bagi kendaraan yang mengisi BBM bersubsidi di SPBU, Jalan Sungai Saddang, Makassar, Senin (14/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin Sementara itu, Polda Sulawesi Selatan bersama jajaran Polres mengungkap 10 perkara tindak pidana penyalahgunaan BBM bersubsidi sepanjang Agustus hingga September 2026. Dari kasus tersebut, polisi menetapkan 17 orang sebagai tersangka.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan pengungkapan kasus tersebut dilakukan melalui pengawasan Ditreskrimsus, Ditpolairud, dan Polres di wilayah Sulawesi Selatan. Polisi juga masih menempatkan personel di sejumlah SPBU selama 24 jam untuk memantau penyaluran BBM bersubsidi.
“Kami mengambil langkah-langkah, yang pertama secara preemtif kami turunkan di seluruh jajaran, termasuk dari Polda dan Polres jajaran, untuk melaksanakan pengamanan terhadap objek-objek, khususnya SPBU,” ujar Djuhandhani dalam konferensi pers di Aula Mappaoddang Mapolda Sulsel, Minggu (13/9/2026).





















