- LQ45 menguat 1,64 persen ke level 660,399
- IDX30 menguat 1,65 persen ke level 367,157
- IDX80 menguat 1,36 persen ke level 99,021
- IDXESGL menguat 1,74 persen ke level 114,124
- IDXQ30 menguat 2,16 persen ke level 118,212
IHSG Melemah Tipis Usai Prabowo Reshuffle Purbaya

- IHSG menutup perdagangan Senin di zona merah, turun 6,69 poin atau 0,10 persen ke posisi 6.534,69.
- Perdagangan mencatat nilai transaksi Rp17,80 triliun, dengan 455 saham melemah, 229 saham menguat, dan 279 saham stagnan.
- Indeks saham unggulan menguat, sementara Ibrahim Assuaibi menilai ketidakpastian pasca reshuffle kabinet membayangi IHSG.
Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (14/9/2026), di zona merah.
Berdasarkan data BEI pada penutupan perdagangan, IHSG parkir di posisi 6.534,69, mencatatkan penurunan sebesar 6,69 poin atau melemah 0,10 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 6.541,38.
1. Data perdagangan sore ini
Aktivitas perdagangan hingga penutupan sore ini membukukan volume transaksi 33,42 miliar lembar saham, nilai transaksi Rp17,80 triliun, frekuensi perdagangan 2,094 juta kali transaksi, dengan nilai kapitalisasi pasar berada di level Rp11.371 triliun.
Pada akhir perdagangan hari ini, sebanyak 229 saham tercatat menguat. Sebaliknya, 455 saham mengalami pelemahan, dan 279 posisinya tidak berubah alias stagnan.
2. Indeks saham unggulan kompak menghijau
Berbeda dengan IHSG yang ditutup melemah tipis, indeks saham unggulan justru bergerak kompak melesat di zona hijau:
3. Reshuffle kabinet picu kekhawatiran
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan tipis IHSG pada penutupan perdagangan hari ini turut dibayangi oleh ketidakpastian pasar pasca-reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9/2026) sore. Langkah mendadak tersebut diwarnai pergantian Purbaya Yudhi Sadewa, dengan pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru.
Ibrahim menjelaskan penutupan IHSG yang terkoreksi tipis sore ini berpotensi berlanjut pada sesi pembukaan besok pagi, seiring dengan potensi tekanan yang juga membayangi pergerakan mata uang rupiah.
"Nah, reshuffle ini terjadi secara mendadak. Ini pasti berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan," kata Ibrahim.



















