MPMRent Tambah 50 Mobil Listrik Wuling, Bidik Permintaan Korporasi

- MPMRent menambah 50 unit mobil listrik Wuling New BinguoEV Lite untuk memenuhi permintaan korporasi yang meningkat terhadap solusi transportasi ramah lingkungan dan sejalan dengan prinsip ESG.
- Pendapatan bisnis penyewaan kendaraan MPMRent turun 4 persen pada kuartal I 2026, namun margin laba kotor naik menjadi 22,6 persen berkat kontribusi penjualan mobil bekas dan efisiensi biaya.
- Wuling dan MPMRent memperkuat kemitraan strategis melalui pengadaan armada baru, menegaskan komitmen bersama dalam mendukung operasional bisnis berkelanjutan dan masa depan transportasi hijau di Indonesia.
Jakarta, IDN Times - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) melalui unit bisnis penyewaan kendaraan, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent (MPMRent), mulai memperkuat portofolio kendaraan listrik seiring meningkatnya kebutuhan pelanggan korporasi terhadap solusi transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Langkah tersebut ditandai dengan pengadaan awal 50 unit kendaraan listrik Wuling New BinguoEV Lite yang akan digunakan untuk melayani kebutuhan pelanggan korporasi.
1. MPMRent gandeng Wuling, bidik lonjakan permintaan mobil listrik dari korporasi

CEO MPMRent Chua Zi Yong mengatakan, integrasi kendaraan listrik ke dalam portofolio armada menjadi salah satu bentuk adaptasi MPMRent terhadap perkembangan tren mobilitas modern, sekaligus mendukung pelanggan korporasi yang mulai mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Kerja sama ini memperkuat komitmen MPMRent dalam menyediakan solusi mobilitas yang berkelanjutan bagi pelanggan. Ini adalah langkah awal dari perjalanan panjang kami bersama Wuling untuk membawa Indonesia menuju masa depan transportasi yang lebih hijau,” kata dia, Kamis (19/6/2026).
Ia menilai MPMRent menilai permintaan kendaraan listrik dari segmen korporasi terus meningkat, terutama dari perusahaan yang mulai mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG) dalam operasional bisnisnya.
2. Penjualan mobil bekas jadi penopang, margin MPMRent Naik ke 22,6 persen

Lebih lanjut, ia mnejelaskan di tengah ekspansi armada kendaraan listrik, kinerja segmen bisnis penyewaan kendaraan MPMRent pada kuartal I 2026 menunjukkan dinamika yang beragam. Pendapatan segmen ini tercatat sebesar Rp368 miliar, turun 4 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Meski demikian, profitabilitas perusahaan mengalami perbaikan. Laba kotor meningkat 9 persen YoY menjadi Rp83 miliar, sementara margin laba kotor naik menjadi 22,6 persen dari sebelumnya 19,9 persen.
Perbaikan margin tersebut didorong oleh penurunan harga pokok penjualan, meningkatnya profitabilitas bisnis penyewaan kendaraan, serta kontribusi yang lebih besar dari penjualan mobil bekas.
3. Wuling dan MPMRent perkuat kemitraan strategis lewat pengadaan armada

President Director Wuling Motors Tang Wensheng menyebut, pengadaan armada ini bukan sekadar hubungan bisnis, melainkan kemitraan strategis yang dibangun atas dasar kepercayaan, komitmen, dan tujuan bersama. Pihaknya senang menjadi bagian dari perjalanan MPMRent dalam mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan bisnisnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada MPMRent atas kepercayaan yang diberikan kepada Wuling Motors. Melalui serah terima kendaraan ini, kami berharap kolaborasi antara Wuling dan MPMRent dapat semakin kuat, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi kedua perusahaan di masa mendatang,” ujar dia.


















