Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengenal Penumpang Gelap dalam Ekonomi, Apa Itu?

Mengenal Penumpang Gelap dalam Ekonomi, Apa Itu?
ilustrasi ikut dalam kontribusi sosial (unsplash.com/Hannah Busing)
Intinya Sih
  • Masalah penumpang gelap terjadi saat sebagian orang menikmati manfaat sumber daya bersama tanpa ikut menanggung biaya, membuat penyedia enggan berkontribusi lebih lanjut.
  • Fenomena ini menyebabkan distribusi barang dan jasa menjadi tidak efisien, seperti pada layanan publik, infrastruktur kota, hingga upaya pengendalian polusi.
  • Pemerintah dan komunitas dapat mengatasinya lewat pajak, iuran keanggotaan, atau penerapan biaya penggunaan agar setiap pihak turut berkontribusi secara adil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Dalam kegiatan ekonomi, berbagai sumber daya, barang, dan layanan sering kali dapat dinikmati secara bersama-sama oleh masyarakat. Namun, tidak semua pihak yang memperoleh manfaat ikut berkontribusi terhadap biaya penyediaannya.

Dilansir Investopedia, kondisi itu dikenal sebagai masalah penumpang gelap atau free rider problem. Fenomena tersebut muncul ketika sebagian orang tetap dapat menikmati manfaat dari suatu sumber daya kolektif tanpa membayar atau berkontribusi sesuai porsi yang seharusnya.

Situasi tersebut berpotensi membuat pihak yang selama ini menanggung biaya menjadi enggan untuk terus berkontribusi karena melihat adanya pihak lain yang tidak ikut menanggung beban yang sama.

Di sisi lain, individu yang bertindak sebagai penumpang gelap cenderung tidak memiliki dorongan untuk berkontribusi. Mereka tetap dapat menikmati manfaat dari sumber daya yang tersedia meskipun tidak ikut membiayainya.

Akibatnya, pihak yang menyediakan sumber daya tersebut berisiko tidak memperoleh kompensasi yang memadai dan pada akhirnya membutuhkan dukungan lain, seperti subsidi atau donasi.

1. Masalah muncul saat sumber daya bisa dinikmati semua orang

Ilustrasi transportasi publik di Kota Denpasar. (IDN Times / Ayu Afria)
Ilustrasi transportasi publik di Kota Denpasar. (IDN Times / Ayu Afria)

Masalah penumpang gelap umumnya terjadi ketika suatu sumber daya dapat digunakan oleh siapa saja tanpa batas yang jelas, sementara tidak ada mekanisme yang memungkinkan seseorang membatasi penggunaan oleh pihak lain.

Di saat yang sama, sumber daya tersebut tetap membutuhkan pihak yang memproduksi dan memeliharanya. Dalam kondisi seperti itu, pelaku usaha cenderung tidak memiliki insentif untuk menyediakan barang atau jasa secara sukarela.

Ketika risiko penumpang gelap semakin besar, dunia usaha dapat memilih untuk tidak menyediakan layanan tersebut. Akibatnya, sumber daya bersama berpotensi tidak tersedia, kecuali jika disediakan oleh lembaga publik melalui pendanaan yang berasal dari pajak.

2. Distribusi tidak efisien dan sejumlah contohnya

Ilustrasi menolak. (unsplash/Nadine Shaabana)
Ilustrasi menolak. (unsplash/Nadine Shaabana)

Masalah penumpang gelap juga mencerminkan distribusi barang atau jasa yang tidak berjalan secara efisien. Hal itu terjadi ketika sebagian orang memperoleh manfaat lebih besar dari sumber daya bersama atau menanggung biaya yang lebih kecil dibandingkan porsi yang seharusnya.

Dalam konteks perkotaan, persoalan itu dapat muncul ketika pemerintah daerah membahas cara agar para komuter dari wilayah pinggiran turut berkontribusi terhadap pemeliharaan jalan, trotoar, maupun layanan kepolisian dan pemadam kebakaran yang mereka manfaatkan.

Contoh lain dapat ditemukan pada lembaga penyiaran publik yang melakukan penggalangan dana. Upaya tersebut dilakukan untuk mendorong kontribusi dari pendengar yang menikmati siaran, tetapi belum memberikan dukungan pendanaan.

Kondisi serupa juga dapat terjadi dalam upaya pengendalian polusi. Ketika suatu komunitas mendorong warganya secara sukarela mengurangi penggunaan bahan bakar berbasis karbon, sebagian masyarakat dapat mengikuti anjuran tersebut. Namun, sebagian lainnya mungkin tidak mengubah kebiasaannya.

Jika cukup banyak warga yang berpartisipasi, kualitas udara tetap akan membaik dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tidak ikut berkontribusi.

3. Sejumlah cara mengatasi free rider problem

ilustrasi memberi solusi
ilustrasi memberi solusi (freepik.com/The Yuri Arcurs Collection)

Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan pemerintah adalah mengumpulkan dan menyalurkan penerimaan pajak untuk mendukung pembiayaan layanan publik.

Selain itu, suatu komunitas dapat mengubah sumber daya publik menjadi sumber daya privat atau sumber daya berbasis keanggotaan dengan menerapkan iuran kepada para penggunanya. Dengan cara itu, setiap pihak yang menikmati manfaat diharapkan turut memberikan kontribusi.

Pilihan lainnya adalah menerapkan biaya dalam jumlah tertentu kepada seluruh pengguna. Langkah tersebut dapat membantu membatasi penggunaan yang berlebihan terhadap sumber daya yang tersedia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More