Mungkinkah Indonesia Alami Krisis Ekonomi 10 Tahunan?

Jakarta, IDN Times ā Kondisi perekonomian dunia kini sedang galau dan dinamis. Sejumlah faktor menjadi faktor tekanan bagi perekonomian dunia, salah satunya adalah perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS).
Indonesia sendiri masih belum bisa dibilang baik, meski terjadi peningkatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Lalu bagaimana nasib perekonomian di tahun mendatang? Akankah Indonesia mengalami krisis?
1. Krisis 10 tahunan kecil kemungkinan akan terjadi di Indonesia, kenapa begitu?

IDN Times/Helmi Shemi Chief economist BCA David Sumual memprediksi, peluang Indonesia untuk mengalami kemerosotan perekonomian atau resesi tergolong besar. Namun, bagaimana dengan siklus krisis ekonomi 10 tahunan?Ā
āBanyak yang menanyakan apa mungkin siklus 10 tahunan karena 2008 krisis global, 1997 krisis Asia? Saya katakan, kecil kemungkinan kalau untuk tahun 2018,ā kata Sumual saat diwawancara IDN Times di Menara BCA, Rabu (12/12).
2. Tanda-tanda krisis ekonomi

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan Sumual mencontohkan krisis ekonomi bisa terjadi karena dipicu oleh jatuhnya mata uang. Seperti pada kasus krisis 1997 di mana mata uang Venezuela, Turki, dan Argentina jatuh dan terjadi krisis sistem perbankan.
āAtau tahun 2008 beberapa perusahaan besar collapse seperti Northern Rock dan Lehman Brothers yang bangkrut.Ā Itu bisa memicu krisis juga,ā ujarnya.
3. Krisis moneter masih mungkin melanda Indonesia

IDN Times/Helmi Shemi Meski kemungkinannya kecil, Sumual mengingatkan krisis ekonomi bisa terjadi bila bank sentral salah mengambil kebijakan.
āProbabilitas menuju ke sana (krisis), kalau bank sentral salah mengambil kebijakan bisa memicu potensi itu. Tapi sejauh ini bank sentral cukup bagus, tidak terlalu agresif menaikan suku bunga,ā kata Sumual.
4. Tantangan berat perekonomian Indonesia

IDN Times/Cije Khalifatullah Tantangan Indonesia dalam menghadapi krisis ataupun kemerosotan ekonomi adalah komoditas ekspor yang saat ini menurun. Indonesia punya catatan ekspor bagus dari minyak sawit, batu bara dan karet.
āIni cenderung turun, harga mineral turun. Kalau itu berlanjut karena kekhawatiran perang dagang yaitu pengurangan permintaan komoditas tahun depan. Jadi bisa saja tahun depan masih landai dan itu membuat ekonomi kita akan moderat kalau pemerintah tidak cari sumber pertumbuhan lain di luar komoditas,ā jelasnya.


















