Rupiah Dibuka Menguat Dipicu Sentimen Obligasi AS

- Pergerakan rupiah hari ini: Kurs rupiah menguat 19 poin ke Rp16.786 per dolar AS, dengan YTD return sebesar 0,73 persen.
- Sentimen terhadap obligasi AS: Pelemahan dolar AS didorong oleh sentimen pada obligasi AS dari China, membuat rupiah berpotensi menguat.
- Prediksi pergerakan rupiah hari ini: Meski penguatan mungkin akan terbatas, investor menantikan data penjualan ritel Indonesia untuk bulan Desember.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini, Selasa (10/2/2026).
Mengutip data Bloomberg, kurs rupiah dibuka menguat 2 poin ke level Rp16.803 per dolar AS. Kemarin, Senin (9/2), kurs rupiah ditutup terapresiasi 71 poin atau 0,42 persen ke Rp16.805 per dolar AS.
1. Pergerakan rupiah hari ini
Pada menit ke-15 perdagangan, kurs rupiah menguat 19 poin atau 0,11 persen ke Rp16.786 per dolar AS.
Kurs rupiah bergerak di rentang Rp16.784-16.803 per dolar AS di awal perdagangan hari ini, dengan year to date (YTD) return sebesar 0,73 persen.
2. Sentimen terhadap obligasi AS dari China bikin dolar lesu
Menurut analis pasar keuangan, Lukman Leong, pelemahan dolar AS pagi ini didorong oleh sentimen pada obligasi AS dari China.
“Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS yang melemah oleh laporan bahwa pemerintah China menyarankan lembaga keuangan untuk mengurangi kepemilikan obligasi AS,” kata Lukman kepada IDN Times.
3. Prediksi pergerakan rupiah hari ini
Meski begitu, Lukman memprediksi penguatan kurs rupiah terhadap dolar AS tak terlalu besar.
“Namun, penguatan mungkin akan terbatas, dengan investor menantikan data penting domesik, yaitu penjualan ritel Indonesia untuk bulan Desember. Range Rp16.750-16.900,” ucap Lukman.


















