Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Panda Bonds Terbit 2 Hari Lagi, Purbaya Bidik Rp17 Triliun
ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)
  • Pemerintah Indonesia akan menerbitkan Panda Bonds senilai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp17,9 triliun di China pada 23 Juli 2026 untuk menjajaki pasar baru.
  • Penerbitan ini mendapat peringkat kredit AAA/Stable dari Lianhe Credit Rating berkat kinerja APBN dan ekonomi nasional yang dinilai kuat serta stabil di tengah kondisi global.
  • Bank of China menjadi penjamin utama bersama sejumlah bank besar Tiongkok dan DBS, sementara pemerintah membuka peluang penerbitan lanjutan jika kebutuhan dana meningkat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengincar dana senilai 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp17,9 triliun (kurs Rp17.909 per dolar AS) dari penerbitan Panda Bonds.

Surat utang pemerintah itu akan diterbitkan di China, pada Kamis, (23/7/2026) mendatang.

“Targetnya 1 miliar dolar, karena ini pasar baru, kita jajaki dulu,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di Kementerian Keuangan, Selasa (21/7/2026).

1. Yakin bakal laris-manis

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (dok. YouTube Kemenkeu)

Purbaya mengatakan penerbitan Panda Bonds mendapatkan respons positif, terbukti dengan peringkat kredit AAA/Stable dari Lianhe Credit Rating per 1 Juli 2026 lalu.

Peringkat itu menurutnya diberikan melihat kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang baik.

“Pertimbangan mereka kenapa memberikan AAA? Ekonomi tetap kuat di atas 6 persen, fundamental ekonomi solid, didukung skala ekonomi terbesar di Asia Tenggara,” ujar Purbaya.

Bahkan, dia mengeklaim Indonesia “jago” menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak ekonomi global.

“Terutama terhadap guncangan eksternal, kita memang jago. Ada gonjang-ganjing kita tetap kuat kan? Orang Indonesia saja yang enggak percaya, sangkanya saya nipu angkanya. Enggak, kita enggak pernah nipu angka,” ucap dia.

Oleh sebab itu, dia meyakini penerbitan Panda Bonds akan langsung mendapatkan banyak peminat.

“Walaupun mungkin bid-nya gede sekali. Cuma kita batasin 1 miliar dolar,” kata Purbaya.

2. Bank of China jadi penjamin pelaksana

Kantor pusat Bank of China di Xidan. (N509FZ, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Penerbitan Panda Bonds melibatkan Bank of China (BOC) sebagai lead underwriter (penjamin pelaksana emisi efek) dan lead bookrunner.

Kemudian, ada Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), China International Trust & Investment Corporation (CITIC), China International Capital Corporation Limited (CICC), dan DBS sebagai joint underwriters dan joint bookrunners.

Lalu, ada ABC, China Construction Bank (CCB) dan CEXIM sebagai co-managers.

“Ini semuanya gede, yang ikut co-manager, karena mereka terlambat masuk, mereka bilang ke depan mereka akan menjadi, entah jadi Underwriter juga ya. Jadi, respons dari China terhadap surat utang kita amat bagus,” kata Purbaya.

3. Bakal terbitkan lagi jika membutuhkan dana tambahan

Ilustrasi rupiah (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Purbaya mengatakan, dengan respons positif dan besarnya pasar obligasi di China, dia akan menerbitkan surat utang lagi jika dibutuhkan.

“Nanti kalau perlu, beberapa bulan kita isu lagi dalam jumlah yang lebih besar,” tutur Purbaya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article