Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bos Indosat Ungkap Dampak Transformasi AI pada Kinerja Perusahaan

Bos Indosat Ungkap Dampak Transformasi AI pada Kinerja Perusahaan
CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha. (IDN Times/Uni Lubis)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Indosat melaporkan peningkatan kinerja keuangan berkat transformasi AI, dengan ARPU tumbuh 7 persen pada kuartal IV-2025, melampaui rata-rata industri sebesar 4 persen.
  • Tingkat perpindahan pelanggan Indosat turun lebih dari 50 persen, mencerminkan kepuasan pelanggan yang meningkat akibat strategi bisnis berfokus pada pengalaman pengguna.
  • Melalui program 'AI North Star', Indosat bermitra dengan Google Cloud dan McKinsey untuk menjadi perusahaan telekomunikasi AI-native yang berdampak langsung pada peningkatan EBITDA.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Indosat Ooredoo Hutchison memberikan sinyal positif terkait dampak transformasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap kinerja keuangan perusahaan.

CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengungkapkan indikator kinerja keuangan mulai menunjukkan peningkatan. Meski demikian, dia belum bisa membeberkan hasil kinerja kuartal pertama yang akan diumumkan pekan depan.

Vikram merujuk pada capaian kuartal IV-2025 dengan rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) perusahaan tumbuh sebesar 7 persen, melampaui pertumbuhan rata-rata industri yang berada di angka 4 persen.

"Hasil kuartal empat saja, ketika ARPU industri tumbuh 4 persen, kami tumbuh 7 persen," kata dia dalam wawancara bersama Pemimpin Redaksi IDN Times, Uni Lubis di sela-sela konferensi Cloud Next 2026 di Mandalay Bay, Las Vegas, AS, pada Rabu (22/4/2026).

1. Tingkat perpindahan pelanggan turun signifikan

IDN Times/Indosat Ooredoo
IDN Times/Indosat Ooredoo

Selain pertumbuhan pendapatan, Vikram mengungkapkan penurunan tingkat perpindahan pelanggan atau churn secara signifikan. Dia menyebutkan churn perusahaan telah berkurang lebih dari 50 persen.

Menurut dia, hal tersebut merupakan cerminan dari kepuasan pelanggan yang terjaga, mengingat prinsip bisnis yang dijalankan sangat sederhana, yaitu memastikan pelanggan tetap senang agar tidak beralih.

"Anda tahu bisnis kami sangat sederhana, jika pelanggan senang mereka tidak akan meninggalkan Anda. Churn saya telah berkurang lebih dari 50 persen," kata dia.

2. Indosat jadi perusahaan telekomunikasi yang AI-native

ilustrasi logo Indosat Ooredoo Hutchinson (commons.wikimedia.org/Indosat Ooredoo)
ilustrasi logo Indosat Ooredoo Hutchinson (commons.wikimedia.org/Indosat Ooredoo)

Strategi perusahaan dalam mengadopsi kecerdasan buatan berpusat pada program yang disebut "AI North Star." Program tersebut memiliki pilar utama dengan fokus menjadikan Indosat sebagai perusahaan telekomunikasi yang AI-native.

"Dan pada pilar inilah kami bermitra dengan Google Cloud. Kami juga memiliki McKinsey sebagai mitra dampak kami," ujar dia.

3. Fokus pada dampak ke kinerja keuangan

CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha.
CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha. (IDN Times/Uni Lubis)

Vikram mengakui sempat muncul keraguan mengenai nilai tambah dari implementasi AI di perusahaan, apakah hanya sekadar tren untuk menjadi berita utama atau memberikan manfaat nyata.

Dia menegaskan, sejak awal kemitraan, manajemen berkomitmen penuh agar inisiatif AI berdampak langsung pada laporan keuangan perusahaan. Kemitraan tersebut ditargetkan memberikan kontribusi positif terhadap EBITDA.

EBITDA adalah metrik keuangan yang digunakan untuk mengukur kinerja operasional inti sebuah perusahaan tanpa dipengaruhi oleh keputusan pendanaan, kebijakan pajak, atau metode akuntansi untuk aset jangka panjang.

"Jadi saya pikir beberapa metrik ini diterjemahkan menjadi nilai di tingkat EBITDA," kata dia.

4. Indosat mengembangkan Sahabat-AI

Logo baru Indosat Ooredoo Hutchison (Dok. Indosat Ooredoo Hutchison)
Logo baru Indosat Ooredoo Hutchison (Dok. Indosat Ooredoo Hutchison)

​Vikram Sinha menyampaikan, pihaknya telah mengembangkan platform Sahabat AI. Platform tersebut kini telah tersedia dan dapat diunduh oleh masyarakat luas di Indonesia. 

Dia menekankan aspek kedaulatan data sebagai prioritas utama, di mana seluruh proses pelatihan data dilakukan di pabrik AI milik mereka sendiri yang berlokasi di dalam negeri.

​Dalam pengembangannya, Indosat berkolaborasi dengan sejumlah mitra strategis. Google Cloud berperan sebagai salah satu mitra awal yang membantu menyiapkan lapisan orkestrasi dan memfasilitasi akses terhadap model open-source, yang kemudian diperkaya dengan kontribusi dari perusahaan media hingga universitas. 

Selain itu, terdapat pula keterlibatan pihak lain seperti Nvidia untuk memperkuat skala ekosistem ini.

​Vikram mengatakan, platform ini dirancang untuk memahami bahasa dan nuansa lokal, serta difokuskan untuk memberikan ruang bagi para pengembang untuk berinovasi.

Ke depannya, Indosat berkomitmen menyediakan dukungan berupa akses token, aplikasi, dan daya komputasi bagi pengembang. ​Menurut Vikram, inisiatif ini tidak hanya terbatas untuk pelanggan Indosat, melainkan ditujukan bagi kepentingan nasional. 

"Dalam beberapa bulan mendatang, Anda akan melihat banyak layanan masyarakat muncul di Sahabat AI. Jadi kami ingin menaruh hal-hal yang memecahkan masalah kehidupan nyata sehingga dapat membantu rakyat kita, tidak hanya 100 juta pelanggan kami," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Related Articles

See More