Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

1.400 Karyawan Indosat Kini Rutin Pakai AI untuk Kerja

1.400 Karyawan Indosat Kini Rutin Pakai AI untuk Kerja
CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha. (IDN Times/Uni Lubis)
Intinya Sih
  • Indosat Ooredoo Hutchison menjadi perusahaan pertama di Asia yang mengadopsi Gemini Enterprise untuk seluruh karyawan, dengan 1.400 dari 3.500 karyawan rutin memakai AI setiap hari.
  • Penggunaan AI diwajibkan oleh CEO Vikram Sinha dan kini dinikmati karyawan sebagai alat bantu kerja yang meningkatkan produktivitas setelah awalnya dianggap sebagai tekanan.
  • Inisiatif 'AI North Star' difokuskan pada dampak nyata terhadap laporan keuangan, menggandeng Google Cloud dan McKinsey, sementara tantangan utama terletak pada pengembangan sumber daya manusia.
  • Indosat Ooredoo Hutchison menjadi perusahaan pertama di Asia yang mengadopsi Gemini Enterprise untuk seluruh karyawan, dengan 1.400 dari 3.500 karyawan sudah rutin memakainya setiap hari.
  • Penggunaan AI diwajibkan oleh CEO Vikram Sinha, yang awalnya menimbulkan tekanan namun kini dinikmati karyawan karena membantu meningkatkan produktivitas kerja mereka.
  • Inisiatif AI North Star difokuskan pada dampak nyata terhadap laporan keuangan, sementara tantangan utama terletak pada investasi dan adaptasi sumber daya manusia dalam transformasi digital ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Indosat Ooredoo Hutchison mencatatkan diri sebagai perusahaan pertama di Asia yang mengadopsi Gemini Enterprise bagi seluruh karyawannya.

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha mengungkapkan inisiatif ini sudah dimulai sejak pengumuman di ajang Google Next 2025.

"Hari ini saya melacak berapa banyak karyawan saya yang menggunakannya. Dari 3.500 karyawan saya, 1.400 karyawan sudah menggunakannya setiap hari untuk meningkatkan kinerja mereka," kata dia dalam wawancara bersama Editor-in-Chief IDN Times.

1. Penggunaan AI bersifat wajib bagi karyawan

CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha.
CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha. (IDN Times/Uni Lubis)

Terkait kebijakan tersebut, Vikram menegaskan penggunaan teknologi AI di lingkungan kantornya bersifat wajib. Dia tidak menampik pada awalnya terdapat tekanan bagi karyawan karena instruksi langsung dari CEO.

Namun, Vikram memastikan saat ini para karyawan telah menikmati penggunaan teknologi tersebut dalam mendukung pekerjaan mereka sehari-hari.

"Awalnya kami mulai dengan mengatakan "Anda harus menggunakannya, saya mengawasi." Anda tahu bagaimana keadaannya di Indonesia jika CEO yang mengawasi. Tapi sekarang mereka menikmatinya," ujar dia.

2. Fokus pada dampak nyata di laporan keuangan

WhatsApp Image 2026-03-11 at 12.26.21.jpeg
CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Strategi Indosat dalam mengadopsi kecerdasan buatan berawal dari keputusan yang mereka sebut sebagai "AI North Star" yang disampaikan pada Capital Market Day 2024.

Inisiatif tersebut berpilar pada ambisi perusahaan untuk bertransformasi menjadi AI-native telco. Dalam langkah ini, Indosat menggandeng Google Cloud sebagai mitra teknologi dan McKinsey sebagai mitra dampak.

Vikram menekankan sejak awal, kemitraan difokuskan pada hasil nyata yang berdampak pada kinerja keuangan perusahaan. Kemitraan dipastikan harus memberikan kontribusi positif terhadap perusahaan, bukan sekadar mengikuti tren semata.

"Jadi, yang unik dari kemitraan kami adalah sejak hari pertama kami sangat jelas bahwa hal ini harus terlihat di dalam Laporan Laba Rugi (P&L) kami. Ini harus memiliki dampak positif pada EBITDA," tegasnya.

3. Sumber daya manusia jadi tantangan adopsi AI

WhatsApp Image 2026-02-13 at 12.20.15 PM.jpeg
Indosat Ooredoo Hutchison melalui brand IM3 meluncurkan kampanye “IM3 SATSPAM+ Amankan Pejuang Ramadan. (Dok. Indosat).

Vikram menjelaskan langkah pertama yang dilakukan adalah menyusun desain yang tepat dengan dukungan Google Cloud. Perusahaan membangun unified data platform serta memanfaatkan Vertex sebagai lapisan orkestrasi teknologi.

Meski teknologi menjadi bagian yang relatif mudah dalam proses tersebut, Vikram menilai tantangan terbesar justru terletak pada investasi sumber daya manusia (SDM).

"Teknologi adalah bagian yang mudah. Bagian yang sulit adalah membayangkan kembali cara kita bekerja. Anda tahu, memastikan semua karyawan kami menggunakannya," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Related Articles

See More