ilustrasi stasiun pengisian bahan bakar (pexels.com/Derwin Edwards)
Kondisi bertolak belakang terjadi pada pasar mobil berbahan bakar bensin yang masih dibayangi tren pelemahan. Total penjualan kendaraan dari para anggota CAMPI dan TMA selama sembilan bulan pertama 2026 hanya tercatat 307.060 unit, menyusut 11 persen dibandingkan 341.753 unit pada periode serupa setahun lalu. Segmen kendaraan komersial yang menguasai hampir 80 persen pasar konvensional turun 11 persen menjadi 244.231 unit dari 274.104 unit. Pada saat yang sama, segmen mobil penumpang tergelincir sembilan persen menjadi 62.829 unit dari 69.306 unit.
Kendati melemah secara tahunan, pasar menunjukkan geliat kebangkitan pada September 2026. Penjualan bulanan CAMPI dan TMA pada September tercatat 35.722 unit, turun hampir 16 persen secara tahunan dari 37.915 unit, namun melonjak 20 persen secara bulanan dari 29.612 unit pada Agustus. Jika memperhitungkan estimasi penjualan merek di luar asosiasi, total penyerapan kendaraan nasional pada September berhasil menyentuh 40.240 unit.
Dilansir Manila Bulletin, Presiden CAMPI Jose Maria Atienza menjelaskan bahwa keberhasilan menembus ambang 40 ribu unit per bulan menandai pemulihan industri setelah gangguan cuaca menekan aktivitas pasar pada Agustus. Pemulihan bulanan tersebut didorong oleh lonjakan penjualan segmen kendaraan komersial sebesar 22 persen menjadi 27.923 unit dari 22.828 unit di Agustus, serta segmen mobil penumpang yang tumbuh 15 persen menjadi 7.799 unit dari 6.784 unit. Di sisi lain, permintaan kendaraan listrik juga melonjak hampir 27 persen secara bulanan menjadi 8.959 unit dari 7.073 unit.
“Pertumbuhan yang terus berlanjut di kedua segmen ini mencerminkan permintaan konsumen yang sehat dan memperkuat keyakinan kami terhadap pasar,” ungkap Atienza merujuk pada performa positif kendaraan komersial dan mobil penumpang. Berdasarkan dinamika tersebut, ia optimistis industri otomotif berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan momentum dan mencetak kinerja tahunan yang solid pada 2026.