Jakarta, IDN Times - Pelemahan yang masih dihadapi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berulang kali, menjadi sorotan dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) hari ini, Selasa (3/11/2026).
Konferensi pers itu digelar di Gedung Thamrin Bank Indonesia (BI), Jakarta Pusat. Agenda itu dihadiri Menteri Keuangan, Suahasil Nazara; Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti; Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi; dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu.
Tekanan yang dialami IHSG, terutama di Oktober 2026 ini menjadi sorotan baik dari Suahasil, Destry, maupun Friderica alias Kiki. Salah satu faktor yang diakui ialah rilis MSCI Inc (sebelumnya Morgan Stanley Capital International) pada 16 Oktober 2026 lalu, yang mempertimbangkan mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia, dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Dalam sesi tanya jawab konferensi pers KSSK itu, Kiki mendapat pertanyaan terkait proyeksi pasar modal ke depan, di saat pelemahan terhadap IHSG masih berlanjut.
“IHSG melemah tajam, bagaimana KSSK melihat prospek pasar modal. Kemudian juga bagaimana mempersiapkan berbagai potensi kemungkinan yang terjadi. Saat ini kami melakukan reformasi yang disebut reformasi terbesar dalam sejarah pasar modal. Tentunya akan ada, ya kita sudah melihat konsekuensinya,” kata Kiki.