Jakarta, IDN Times - Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menilai ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam rencana pembatasan Pertalite berdasarkan desil, yakni ketepatan data dan mekanisme kontrol saat pengisian bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Menurut Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, mekanisme kontrol di SPBU relatif lebih mudah diperbaiki dibandingkan dengan persoalan ketepatan data yang menjadi dasar penentuan penerima Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tersebut.
"Setidaknya ada dua hal yang perlu diperhatikan kaitannya dengan itu. Dari pertama itu ketepatan data. Yang kedua, masalah mekanisme kontrol dalam mengimplementasikan pengisian bensin ya nanti di stasiun-stasiun pengisian bensin," kata dia kepada IDN Times, Senin (24/8/2026).
