Pemerintah Antisipasi Antrean BBM Makassar Tak Terulang di Daerah Lain

- Pemerintah menyiapkan langkah antisipasi agar penyalahgunaan BBM subsidi di Makassar tidak terulang di daerah lain.
- Pemerintah pusat bekerja sama dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Wali Kota Makassar, dan kepolisian menangani antrean BBM.
- Bahlil mengimbau masyarakat mampu tidak menggunakan Pertalite yang diperuntukkan bagi masyarakat berhak menerima subsidi.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di daerah lain.
Hal itu menyusul persoalan penyaluran BBM subsidi yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan. Namun, Bahlil tidak menjelaskan secara rinci langkah yang akan diterapkan pemerintah.
"Semua, dengan kejadian itu saya antisipasikan ke daerah-daerah lain," kata Bahlil dalam acara Universitas Hasanuddin di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (14/9/2026).
1. Pemerintah gandeng pemda dan polisi urai antrean BBM di Makassar

Sistem ganjil-genap di SPBU Kota Makassar, Sabtu (13/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya Bahlil mengatakan pemerintah pusat telah bekerja sama dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Wali Kota Makassar, dan kepolisian untuk mengurai persoalan penyaluran BBM subsidi di Makassar. Menurut dia, antrean BBM di wilayah tersebut kini mulai terurai.
Pemerintah juga akan mengambil langkah yang diperlukan agar penyaluran subsidi tepat sasaran.
"Dan sekarang sudah, Alhamdulillah sekarang sudah mulai terurai. Tapi kita akan melakukan hal-hal yang penting untuk menjaga agar subsidi tepat sasaran," ujar dia.
2. Bahlil jelaskan kewajaran pengisian BBM bersubsidi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (14/9/2026). (IDN Times/Trio Hamdani) Bahlil mengatakan pemerintah tidak melakukan pengendalian khusus untuk memperketat penyaluran Pertalite. Dia menjelaskan, kebutuhan BBM setiap kendaraan berbeda-beda.
Untuk mobil seperti Toyota Avanza, menurut Bahlil, pengisian 50 liter Pertalite dapat digunakan untuk menempuh perjalanan sekitar 200 hingga 300 kilometer. Sementara untuk truk, pengisian BBM dapat dilakukan hingga memenuhi kapasitas tangkinya.
"Kita kan sudah ngomong bahwa untuk mobil-mobil yang sifatnya Avanza atau apa itu kan kalau 50 liter itu kan bisa mem-cover kurang lebih sekitar 200 sampai 300 kilo perjalanan kita," tuturnya.
3. Bahlil imbau masyarakat mampu tak beralih ke Pertalite

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (14/9/2026). (IDN Times/Trio Hamdani) Bahlil mengimbau pemilik kendaraan dengan kemampuan ekonomi lebih baik, tidak menggunakan BBM subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak. Sebab, terjadi perpindahan sebagian konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi.
"Saya mengimbau kepada saudara-saudara kita yang mampu, yang yang apa ya, mobilnya yang bagus, ya kita harus pakai perasaan lah. Masa kita harus ambil hak subsidi untuk saudara-saudara kita yang berhak," kata dia.

















