Suahasil Diharapkan Bisa Rem Kebijakan Prabowo yang Boros Anggaran

- Bhima Yudhistira menilai Suahasil Nazara menghadapi tantangan memperbaiki koordinasi internal Kemenkeu dan menjaga disiplin fiskal setelah menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
- Pergantian Purbaya disebut terkait masalah koordinasi serius di Kemenkeu, termasuk isu restitusi pajak tertahan dan pengelolaan anggaran negara.
- Bhima menyoroti ketidakpercayaan terhadap kebijakan perpajakan serta langkah mengejar penerimaan akhir tahun yang dinilai minim kajian dan transparansi.
Jakarta, IDN Times - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara menilai Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menghadapi tantangan besar setelah ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Menurut Bhima, Suahasil harus mampu memperbaiki koordinasi internal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sekaligus menjaga disiplin fiskal di tengah berbagai kebijakan pemerintah yang membutuhkan anggaran besar.
"Pak Sua harus bisa rem kebijakan Prabowo yang makan banyak anggaran dan perbaiki koordinasi internal," ujar Bhima kepada IDN Times, Senin (14/9/2026).
1. Ada masalah koordinasi antara Purbaya dan timnya

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (IDN Times/Triyan) Bhima menilai pergantian Purbaya tidak terlepas dari persoalan koordinasi yang dinilai sudah cukup serius antara Purbaya dan jajaran di Kemenkeu. Ia mencontohkan persoalan restitusi pajak yang ditahan serta pengelolaan anggaran negara sebagai sejumlah isu yang menunjukkan adanya masalah koordinasi tersebut.
"Kenapa Purbaya diganti? Ada masalah koordinasi yang sudah parah antara Purbaya dan timnya di Kemenkeu," katanya.
2. Ada ketidakpercayaan di sisi pelaku usaha

Suahasil Nazara resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Senin (14/9/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an) Di sisi lain, Bhima menilai persoalan kepercayaan terhadap kebijakan perpajakan kini tidak hanya terjadi di kalangan pelaku usaha dan masyarakat. Menurutnya, persoalan tersebut juga mulai terasa di internal pemerintahan karena adanya dorongan untuk mengejar penerimaan negara hingga akhir tahun.
"Ini bukan hanya distrust di level pelaku usaha dan publik soal perpajakan, tapi sudah mengarah pada perburuan di semua lini untuk mendorong penerimaan sampai akhir tahun," ujar Bhima.
3. Berbagai langkah kejar penerimaan jelang akhir tahun

Suahasil Nazara tiba di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) setelah resmi di lamtik sebagai Menteri Keuangan. (IDN Times/Triyan) Ia menyoroti sejumlah langkah pemerintah dalam mengejar penerimaan yang dinilai dilakukan tanpa kajian dan transparansi yang memadai. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi membuat pelaku usaha maupun pemangku kepentingan lainnya kebingungan.
"Cara-cara yang dilakukan tanpa kajian, tanpa transparansi sehingga membuat semua pihak bingung," katanya.
Karena itu, Bhima menilai keberhasilan Suahasil sebagai Menteri Keuangan akan sangat bergantung pada sikap yang diambil dalam menjalankan kebijakan fiskal pemerintahan Prabowo.
"Tergantung, apa Pak Sua mau melakukan disiplin fiskal atau jadi yes man di bawah komando Prabowo," ucapnya.

















